MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulsel melaksanakan forum perangkat daerah Dinas ketahanan pangan yang di hadiri seluruh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten dan Kota se-Sulsel, Kamis (21/3/2024).
Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Andi Muhammad Arsjad yang juga Kepala Dinas Ketapang Sulsel mengatakan, forum perangkat daerah ini sebagai salah satu tahapan dalam proses perencanaan untuk mempertemukan usulan dari kabupaten dan kota se-Sulsel.
“Alhamdulillah tadi kita melaksanakan forum perangkat daerah lingkup Ketahanan Pangan Sulsel, jadi forum perangkat daerah ini merupakan salah satu tahapan dalam proses perencanaan untuk menemukan dan mempertemukan program-program yang menjadi usulan dari Kabupaten Kota. Program-program yang menjadi usulan Provinsi dan juga pusat sekaligus sinkronisasi program,” kata Arsyad.
Dia berharap melalui Forum OPD Ketapang ini Rencana Kerja (Renja) yang di susun Pemprov Sulsel sudah mengakomodir usulan dari pemerintah daerah. “Jadi kita berharap bahwa ke depan renja yang disusun oleh Pemprov itu sudah mengakomodir apa yang menjadi usulan prioritas dari pada Kabupaten Kota,” jelasnya.
“Demikian pula apa yang menjadi instruksional dari Pemerintah pusat, nah kita tahu bahwa tidak semua urusan dan semua tugas itu bisa kita danai dari Pemerintah Kabupaten Kota demikian pula Pemerintah Provinsi, kita terbatas sekali jadi kita butuh untuk bagaimana menyampaikan usulan-usulan kita”
“Jadi ini nanti menjadi suplemen untuk renja kita dalam satu tahun ke depan untuk 2025. Jadi kita berharap bahwa dalam penyusunan RKPD 2025 Dinas Ketapang ini bisa menjadi salah satu isu strategis bisa menjadi salah satu fokus yang menjadi perhatian kita ke depan”
“Untuk tahun 2025, karena kita paham bersama bahwa persoalan pangan itu adalah urusan wajib yang harus kita pastikan pemenuhannya tidak hanya secara kuantitas tetapi juga secara kualitas dan itu harus merata dan berkesinambungan,” paparnya.
Pj Sekda Provinsi Sulsel lebih jauh mengaku ketahanan pangan bukan hanya berbicara terkait ketersediaan tapi bagiamana juga keterjangkauannya .
“Berbicara tentang ketahanan pangan, kita tidak hanya berbicara bagaimana ketersediaannya saja tapi kita juga harus berbicara bagaimana keterjangkauannya.
“Jadi sekarang ini kita fokus pada bagaimana di hulunya, memastikan upaya ketersediaan dalam hal ini produksi dan juga bagaimana meningkatkan cadangan pangan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten kota”
“Nah sementara dari sisi keterjangkauannya kita tetap mengandalkan program stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM),” sebutnya.
Ia menambahkan GPM yang telah di laksanakan di Provinsi Sulsel telah menjadi salah satu instrumen andalan dalam pengendalian harga.
“Kita paham bahwa GPM ini menjadi suatu langkah yang efektif sekali dan menjadi salah satu instrumen andalan kita dari Pemprov dalam rangka pengendalian harga dan ini mampu mengantar Pemprov berada pada tingkat pengendalian inflasi yang kemarin kita berada di bawah nasional”
“Alhamdulillah mudah-mudahan gerakan ini ya bisa kita lanjutkan terus dan ini juga menjadi gerakan yang menjadi terobosan dan contoh untuk tingkat nasional. Dimana kita berhasil lakukan secara masif serentak di 24 Kabupaten Kota dan tidak mengenal hanya momen Ramadan saja Ya seperti yang kita lihat sekarang momen Ramadan,” tutup Arsyad. (*/4dv)













