JENEPONTO—Satu unit yang terdiri tiga ruang kelas SDN 22 Binamu, di Pannara Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, mengalami kerusakan cukup parah.
Hal ini sesuai pantauan Mediasulsel.com, Senin (29/8/2022). Nampak kelas 1, 2, 3, temboknya berlubang dan material campuran semennya berjatuhan, begitupun bagian atas kayu dan plafon sudah hancur.
Hal inilah yang dikeluhkan oleh Kepala Sekolah UPT SDN 22 Binamu, Syarifuddin Nurdin, S.Pd. menurutnya, semenjak berdirinya sekolah ini, memang satu unit bangunan itu tidak pernah tersentuh bantuan rehabilitasi perbaikan.
“Semenjak berdirinya bangunan sekolah ini, memang sekalipun tidak pernah mendapatkan rehabilitasi perbaikan dari Dinas Pendidikan. Sehingga, tiga ruangan yaitu kelas 1, 2, dan 3 mengalami kerusakan parah sekali,” terangnya.
Syarifuddin Nurdin mengungkapkan, yang mana tiga ruang kelas mengalami kerusakan pada tembok yang sudah hancur dan retak, begitu juga bagian atas sudah hancur.
“Kelas 3 terdapat lubang lebar yang bisa dilewati manusia dan hewan, ditambah juga kayunya sudah lapuk dan plafon hancur,” bebernya.
Hal inilah ditakutkan membahayakan dan menimpa siswa pada saat proses pembelajaran.
Dengan demikian, demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, maka Kepala Sekolah, Syarifuddin Nurdin berinisiatif melakukan perbaikan secara bertahap dengan menggunakan dana Bos.
“Saya berusaha melakukan perbaikan kedepannya untuk tiga kelas itu dengan menggunakan dana Bos yaitu perbaikan ringan,” tuturnya.
Namun demikian, ia juga sangat mengharapkan bantuan Dinas Pendidikan, termasuk juga ketika ada bantuan DPRD, agar sekolahnya dibantu pembangunannya.
“Kami berharap sekali pihak Dinas Pendidikan pada tahun kedepannya dapat memberikan bantuan rehabilitasi sekolah. Begitupun dengan DPRD, agar dapat membantu sekolah kami ketika ada bantuan,” harapnya.
Sekedar diketahui, walaupun hanya baru dua bulan ditempatkan di SDN 22 Binamu di Kampung Pannara, akan tetapi Syarifuddin Nurdin atau akrab disapa Daeng Sibali langsung tancap gas dengan langsung melakukan pembangunan paving block di pekarangan sekolah. (*)












