OPINI – Di tengah pandemi ini, Covid-19 sampai hari ini detik ini masih berhasil menambah angka positif corona. Setiap harinya berita tentang mr. corona ini menambah keresahan masyarakat Indonesia, terkhusus DKI Jakarta yang mencapai rekor terbanyak masyarakatnya terpapar Corona.

Masalah yang sangat rumit dan tidak bisa diprediksi pemerintah pusat dan daerah sudah sekuat tenaga berusaha menghimbau masyarakatnya untuk melakukan berbagai hal demi memutus rantai penyebaran Virus Corona.

Mulai dari #dirumahsaja, rajin cuci tangan dengan sabun, gunakan masker kain bagi yang sehat, gunakan hand sanitizer, jauhi kerumunan dan lain sebagainya.

Himbauan di atas rasanya sudah beribu kali terdengar di telinga masyarakat, meskipun tidak sedikit yang masih acuh tak acuh.

Entah karena kekurangan bahan atau memang merasa sudah kebal, tetapi tidak bisa dipunkiri masalah besar seperti ini tentunya menyulitkan banyak pihak.

Bukan hanya kesehatan saja yang terpengaruh, tapi perekonomian mengikuti. Mungkin kenapa masih ada kerumunan,masih ada orang di luar rumah, karena kebanyakan dari pelaku UMKM dan pekerja buruh harian yang mengandalkan pendapatan harian tidak mudah untuk santuy #dirumahsaja. Mereka pasti memikirkan kebutuhan sehari-hari bukan?

Belum lama kemarin 7 April 2020 Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan bermasa Kemensos memberikan bantuan sosial untuk jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) berupa uang tunai senilai Rp1 juta per Kepala Keluarga.

Dan bapak Presiden RI Bapak Ir. Joko Widodo memberikan bansos paket sambako senilai Rp600.000 untuk Jabodetabek.

Data yang digunakan adalah keluarga yang ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Total penerima bansos sebanyak 4,1 Juta masyarakat.

Pemberian bansos ini akan dimulai selama 3 bulan ke depan bersama Jajaran Kepolisian dan TNI serta tetap menerapkan prinsip physical distancing.

Langkah tersebut diambil untuk mengatasi dampak ekonomi dari penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Sembari menunggu bansos khusus Jokowi, Pemprov DKI Jakarta bersama kemensos melalui dinas sosial mulai mendistribusikan bansos dalam periode penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pendistribusian dilakukan pada kamis, 9 April 2020, di kelurahan Penjaringan Jakarta Utara berupa paket sembako senilai Rp200 ribu, menjadi kelurahan pertama yang akan menerima bantuan sosial dengan turut mempertimbangkan jumlah penduduk.

Distribusi dilakukan dengan metode pengantara hingga ke pintu rumah. Bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan pokok, masker kain, dan sabun.

Paket disiapkan oleh Perumda Pasar Jaya dengan pengemasan yang rapat untuk menjaga agar barang tetap higenis.

Ini dilakukan melalui dua tahap, Pertama dilakukan pada tanggal 9-18 April 2020 dengan target penerima 1,2 juta keluarga masyarakat kurang mampu dan rentan yang terkena dampak Covid-19.

Peroide selanjutnya akan dilaksanakan pada tanggal 19-23 April 2020. Bagi masyarakat miskin dan rentan miskin yang belum terdaftar bisa dengan mengisi form yang telah disiapkan untuk diberikan ke RW, dan akan diteruskan ke kelurahan.

Ini berarti pemerintah pusat maupun daerah sudah benar-benar melakukan good governance. Kelebihan dan kekurangan pasti ada dalam hal apapun.

Di sisi masyarkat jabodetabek terbantu,di sisi lainpun pengeluaran Negara dalam kondisi saat ini sangatlah besar. Semua upaya semata-mata untuk Indonesia.

Segala aturan, keputusan yang diambil oleh pemerintah bukan untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat Indonesia. Tugas memutus rantai penularan virus Corona ini adalah tugas kita semua.

Masyarakat tinggal mematuhi apa yang menjadi himbauan pemerintah, menjalankannya dengan tertib. Yakin Virus ini akan segera pamit dari Indonesia dan muka bumi ini. Selain berusaha, berdoa juga kunci utama tentunya agar semua ini segera membaik.

Mari kita buang ego pribadi, dan belajar dari kesalahan. Saling berbagi ke yang lebih membutuhkan, saling menghormati dan mengerti itu jauh lebih indah.

Kemajuan Indonesia bisa dimulai dengan hal yang kecil, cukup dengan mematuhi aturan yang ada. Pemerintah juga memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyatnya, keharmonisan akan terjalin.

Tidak perlu langsung, tapi dimulai dari kesadaran dari diri masing-masing masyarakat akan mengubah Indonesia jauh lebih baik. Ayo kita sama-sama #dirumahaja untuk memutus rantai penularan Covid-19.

Semoga tidak ada lagi angka positif bertambah, tidak ada lagi angka meninggal bertambah, tetapi bertambahlah angka sembuh. (*)

Penulis: Ines Fatikasari (Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia)