Tidak hanya mengurusi kebutuhan pokok umat tapi negara juga berperan menyelesaikan persoalan umat, termasuk persoalan kemiskinan sebagaimana yang terjadi saat ini. Islam punya mekanisme dalam mengentaskan kemiskinan secara tuntas.
Misalnya, Islam mewajibkan setiap laki laki yang mampu untuk bekerja mencari nafkah bagi anak, istri, orang tua dan saudara perempuannya dan mereka berhak mendapatkan upah dari pekerjaannya sebelum keringat mereka kering.
Dengan pandangan ini negara akan menciptakan lapangan kerja bagi setiap warga negaranya. Kemudian, adanya kewajiban zakat bagi orang orang kaya. Dan zakat ini akan disalurkan kepada delapan ashnaf yang berhak mendapatkannya.
Juga terdapat harta baitul mal yang sumbernya tetap dan jelas seperti ghanimah, fa’i, kharaj, rikaz, harta waris dari orang yang tidak memiliki ahli waris dan masih terdapat sumber lain. Dari harta baitul mal inilah kemudian negara memenuhi kebutuhan tiap warga negaranya utamanya dalam hal pendidikan dan kesehatan
Tidak hanya itu saja, juga terdapat pengelolaan sumber daya alam yang sepenuhnya akan diambil alih oleh negara untuk kemaslahatan umat dan tidak membolehkan individu manapun untuk mengelolanya. Hingga, dengan mekanisme ini harta dan kekayaan tidak akan beredar disegelintir orang saja akan tetapi tersebar secara merata ditengah mereka.
Dari sini nampak jelas gambaran Islam dalam mengentaskan kemiskinan. Olehnya itu sudah selayaknya kita melirik kepada Islam untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan dinegeri ini. Wallahu‘ A’lam. (*)
Penulis: Satriah Ummu Aulia (Pengurus MT Mar Atul Mut Mainnah)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













