Bappeda Usulkan Rp5 Miliar untuk Gaji TGUPP 2020

0
14
Rudy Djamaluddin, Plt Kepala Bappeda Pemprov Sulsel.

MAKASSAR – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, (Bappeda) Pemprov Sulsel Rudy Djamaluddin mengusulkan anggaran sebesar Rp5 miliar lebih untuk gaji tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Usulan tersebut dibahas dalam Rapat Kerja dalam rangka pembahasan pembahasan nota keuangan dan Ranperda ttg APBD 2020, di gedung DPRD Provinsi Sulsel, Selasa (26/11/2019).

Rudy mengatakan, Anggaran senilai Rp 5 miliar itu, untuk Gaji TGUPP Gubernur Sulsel, sudah diatur dalam Pergub yang baru saja di SAH.

Di mana dalam pergub tersebut Gaji untuk anggota TGUPP setara dengan eselon II pemprov sulsel sementara untuk gaji staf khusus gubernur sulsel setara dengan eselon III.

“Jadi pembayaran itu berdasarkan pergub itu, selama pergub itu belum berubah kita tetap mengacu ke situ untuk penggajiannya,” ujarnya

Usulan anggaran sebesar Rp 5 miliar lebih tersebut kata Rudy sudah termasuk gaji dan perjalanan dinas anggota TGUPP dan staf khusus Gubernur sulsel.

Dimana keanggotaan masing-masing berjumlah khusus TGUPP berjumlah 7 orang sementara untuk staf khusus berjumlah 23 orang.

“Sekitar 5 miliar itu, untuk gaji semua, dan itu ada 7 orang TGUPP dan 23 orang untuk staff ahli, jadi kan kit bisa kulkulasikan sendiri, TGUPP sekitar 16 juta satu orang pokoknya setara dengan eselon dua,” kata dia

Rudy mengaku, usulan anggaran untuk gaji TGUPP dan staf khusus gubernur sulsel terbilang kecil dengan kinerja yang selama ini dilakukannya.

Selama ini, kata Rudy, kehadiran TGUPP dan staf khusus Gubernur sangat dirasakan manfaatnya dalam mengimplementasikan visi misi gubernur dan wakil gubernur sulsel.

“Luar biasa manfaatnya kehadiran TGUPP itu pak, Yang paling penting kehadiran TGUPP itu adalah mengakselerasi kerja kerja teman teman di dalam implementasi visi misi gubernur” jelasnya

Diketahui, Gaji TGUPP Gubernur Sulsel sebanyak Rp16 juta per bulan, sementara untuk gaji staf khusus gubernur sulsel, sebanyak Rp8,8 juta per bulan. (*)