Memuat Ramadhan...
Memuat waktu Makassar...
BMKG
Memuat data BMKG Sulsel...
LIVE
Kesehatan

Batu Empedu: Penyakit Senyap yang Bisa Mengancam, Kenali Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengobati

1223
×

Batu Empedu: Penyakit Senyap yang Bisa Mengancam, Kenali Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengobati

Sebarkan artikel ini
Batu Empedu: Penyakit Senyap yang Bisa Mengancam, Kenali Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengobati
Batu empedu menjadi salah satu penyakit yang sering tidak disadari penderita hingga menimbulkan nyeri hebat. Meski terkesan sepele, penyakit ini bisa berujung komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

MAKASSAR—Batu empedu menjadi salah satu penyakit yang sering tidak disadari penderita hingga menimbulkan nyeri hebat. Meski terkesan sepele, penyakit ini bisa berujung komplikasi serius jika tidak segera ditangani.

Penyebab Batu Empedu

Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol, garam empedu, atau bilirubin yang mengeras di kantong empedu. Faktor risiko utamanya meliputi pola makan tinggi lemak, obesitas, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan menunda makan. Selain itu, usia di atas 40 tahun, jenis kelamin perempuan, dan riwayat keluarga juga meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya.

Efek yang Ditimbulkan

Penyakit ini sering kali tidak bergejala di awal. Namun ketika batu menyumbat saluran empedu, penderita akan merasakan nyeri hebat di perut kanan atas yang bisa menjalar ke punggung dan bahu. Gejala lain seperti mual, muntah, perut kembung, hingga demam bisa menyertai. Jika dibiarkan, batu empedu dapat memicu radang kantong empedu, pankreatitis, bahkan infeksi serius yang membahayakan nyawa.

Cara Mencegah

Pencegahan batu empedu bisa dilakukan dengan menjaga pola hidup sehat. Mengonsumsi makanan rendah lemak, memperbanyak serat, serta menghindari kebiasaan makan dalam porsi besar menjadi langkah awal. Menjaga berat badan ideal dengan olahraga teratur juga terbukti membantu mengurangi risiko terbentuknya batu empedu.

Pengobatan Batu Empedu

Penanganan batu empedu disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Pada kasus ringan, dokter bisa meresepkan obat pelarut batu berbasis asam ursodeoksikolat.

Namun, bila batu sudah menimbulkan gejala berulang, tindakan operasi pengangkatan kantong empedu atau kolesistektomi biasanya menjadi pilihan utama. Prosedur ini kini banyak dilakukan dengan teknik laparoskopi yang minim luka dan pemulihan lebih cepat.

Cara Meminimalisir Nyeri

Bagi penderita yang belum menjalani operasi, nyeri akibat batu empedu bisa diminimalisir dengan menjaga pola makan. Menghindari makanan berlemak, pedas, dan berminyak sangat disarankan.

Kompres hangat di area perut kanan atas juga dapat membantu meredakan rasa sakit sementara. Namun, bila nyeri tak tertahankan, segera konsultasi medis sangat diperlukan. (Ag4ys)

Fransiska Xaveria Aryani, M.Psi., Psikolog dari Primaya Hospital Kelapa Gading
Kesehatan

JAKARTA—Peran ibu dalam keluarga kerap identik dengan merawat dan menguatkan, namun kesehatan ibu sendiri masih sering terabaikan. Dalam momentum Hari Ibu, para ahli mengingatkan bahwa menjaga kesehatan ibu sejak dini…

Konten dilindungi Ā© Mediasulsel.com