PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangDi Tengah Efisiensi, Dinas PPKB Bone Habiskan Rp2,2 Miliar untuk Makanan dan MinumanPolda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan LaporanPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.LPG 3 Kg Langka di Makassar, Appi Desak Pertamina Investigasi Total PangkalanPrabowo Ganti Menkeu, Suahasil Nazara Kini Pegang Kendali Kebijakan FiskalUsulan Kuota BBM Sulsel Naik 30 Persen, Migrasi Konsumen Picu Antrean Makin PanjangDi Tengah Efisiensi, Dinas PPKB Bone Habiskan Rp2,2 Miliar untuk Makanan dan MinumanPolda Sulsel Bekuk 17 Tersangka Penimbun BBM BersubsidiBBM Langka di Jeneponto, Paris Yasir Minta OPD Tidak Hanya Andalkan Laporan
Pendidikan

Bedah Buku, Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bahas Manajemen Kelas

469
×

Bedah Buku, Guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bahas Manajemen Kelas

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Sekolah adalah rumah kedua bagi siswa. Sekaitan dengan itu, guru sepatutnya menjadi orang tua kedua bagi siswa, sehingga siswa betah belajar di sekolah.

Hal itu dikatakan Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd, MPd saat menyampaikan bedah buku di ruang guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga, Jalan Raya Baruga, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (26/7/2018).

“Kita perlu berlatih menciptakan suasana kelas yang menyenangkan bagi siswa. Jadikan siswa mau belajar, sehingga mereka bisa berprestasi,” kata

Pihaknya membedah buku yang berjudul “Manajemen Kelas“. Di setiap Rabu, setiap guru SMA Islam Athirah Bukit Baruga secara bergantian membedah buku.

Turut hadir mengikuti pertemuan, wakasek kesiswaan SMA Islam Athirah Bukit Baruga Abdul Azis SPd, wakasek sarana lingkungan Wardah SPd, dan wakasek kurikukum Dr Bakry. Hadir pula para guru mata pelajaran, asisten guru, dan guru pendamping.

Terkait penciptaan iklim kelas yang kondusif, Ridwan Karim mengutarakan, tugas guru dibagi menjadi dua. Pertama, guru sebagai pemimpin belajar. Kedua, guru sebagai manajer kelas. Guru sangat menentukan terkait siswa mau belajar apa dan bagaimana kondisi belajarnya. Guru menentukan kondusifitas kelas.

“Guru menentukan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sebab guru adalah manajer kelas,” pungkas Ridwan.

Mengutip pendapat Radno Harsanto, Ridwan Karim mengemukakan, kelas terbagi menjadi empat.

“Pertama, kelas yang selalu gaduh. Karenanya, guru harus bergelut agar kelas tidak gaduh,” ucapnya.

Jenis yang kedua, kelas yang termasuk gaduh, tetapi suasananya lebih positif. Guru dengan sungguh-sungguh menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi hasil belajar siswa tidak maksimal. Banyak peserta tidik yang kurang memberi perhatian di kelas.

Ketiga, sambung Ridwan, kelas yang tenang dan disiplin. Guru memberi perhatian terhadap bentuk pelanggaran. Siswa takut pada guru sebab guru menekankan pada aturan yang disepakati. Jika melanggar, siswa dihukum.

“Kondisi kelas seperti ini tercipta kalau guru ada di dalam kelas. Tetapi, saat guru tinggalkan kelas, siswa menjadi gaduh,” ungkap Ridwan.

Tipe kelas yang keempat, ujar Ridwan, yaitu kelas yang menggelinding sendirinya. Ada kesadaran yang besar dari siswa untuk belajar. Suasana kelas nyaman karena guru tidak berfokus pada penegakan disiplin. Tetapi, guru berfokus pada pembelajaran.

“Jika muncul suara-suara dari peserta didik dan terasa mengganggu, guru cukup memberi sedikit peringatan dan kelas menjadi kondusif,” tuturnya.

Keberhasilan kegiatan belajar mengajar, ditentukan oleh iklim kelas atau suasana kelas. Mengutip isi buku, Ridwan Karim menyampaikan, iklim kelas terbagi menjadi tiga.

“Iklim kelas drngan sikap guru yang otoriter, iklim kelas dengan sikap guru yang permisif, dan iklim kelas dengan sikap guru yang nyata,” tuturnya. (*/shar)

Citizen Report: Ilmaddin Husain (Makassar)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com