MAKASSAR—Polusi udara sering kali hanya dikaitkan dengan masalah fisik seperti penyakit pernapasan dan kardiovaskular. Namun, dampaknya terhadap kesehatan mental juga mulai menjadi perhatian serius.
Dalam unggahan di Instagram resmi @dinaskesehatankotamakassar pada Sabtu (19/10/2024), Dinas Kesehatan Kota Makassar menyebut polusi udara sebagai ancaman tak kasat mata yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental seseorang, mulai dari meningkatnya tingkat stres hingga risiko depresi.
Dinkes Makassar memaparkan beberapa cara polusi udara dapat memengaruhi kesehatan mental.
Pertama, partikel-partikel polusi seperti PM2.5 dan PM10 dapat memicu peradangan otak yang mengganggu keseimbangan neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin, sehingga meningkatkan risiko gangguan mental.
Kedua, polusi udara berkepanjangan menyebabkan stres oksidatif yang merusak sel, termasuk sel-sel otak, berkontribusi pada stres fisiologis.
Ketiga, buruknya kualitas udara bisa mengganggu tidur, yang berujung pada gangguan suasana hati. Selain itu, kecemasan hidup di tengah lingkungan penuh polusi juga menambah tekanan psikologis.
Polusi udara bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga isu kesehatan yang kompleks. Ancaman ini semakin relevan untuk ditangani demi kesejahteraan fisik dan mental masyarakat. (*/4dv)













