Beranda Opini Berpendidikan Yang Terdidik

Berpendidikan Yang Terdidik

Penulis: Sutanti Idris, SE (Mantan Sekretaris Umum PMII RE UMI)

0
69
Berpendidikan Yang Terdidik
Sutanti Idris, SE (Mantan Sekretaris Umum PMII RE UMI)

OPINI – Banyaknya generasi muda yang mengenyam pendidikan diberbagai sekolah, pesantren hingga perguruan tinggi menjadi aset berharga miliki bangsa.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak orang berpendidikan tinggi di sekitar kita yang mengistimewakan dirinya dan merasa paling tau dan benar sehingga acuh terhadap sekitarnya.

Mereka yang berpendidikan tinggi acuh terhadap lingkungannya sendiri dan biasanya enggan bersosialisasi. Mereka merasa bahwa level pemikiran orang-orang di lingkungannya sudah jauh di bawahnya, sehingga merasa tidak nyambung ketika melakukan komunikasi.

Sikap seperti itulah yang menggiring untuk tidak peduli dan menjauhkannya dari esensi sebagai kaum terdidik.

Banyak dijumpai tutur kata, bicara, tingkah dan perilaku orang-orang berpendidikan kadang sudah jauh dari tata krama, jauh dari kesantunan, jauh dari mengerti tentang bagaimana hidup dan kehidupan seharusnya berjalan.

Manusia terdidik adalah manusia yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan dan penerapannya (tidak hanya mengetahui teori dan praktek), melainkan juga tahu aturan yang berlaku di masyarakat.

Dengan kata lain manusia terdidik adalah manusia yang mengerti dan paham situasi, kondisi, dan hukum yang berlaku di negerinya.

Maka tidak heran ketika banyak sarjana pertanian yang enggan belajar bersama para petani di desa dan turun ke sawah, sarjana perikanan tidak banyak membagi ilmunya, bahkan lebih banyak sarjana ekonomi yang tak sempat memikirkan kemajuan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Bahkan begitu banyaknya jebolan pesantren ternama di negeri ini yang tak mampu merangkul warga yang salah kaprah terhadap agama.

Pendidikan itu bukan hanya sekedar menjadi pintar, kalau hanya untuk sekedar pintar itu pandangan orang yang keliru.

Pendidikan itu yang membawa banyak perubahan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, itulah kenapa pendidikan tidak hanya untuk menjadi pintar tapi terdidik.

Memang fungsi Pendidikan untuk menciptakan orang-orang pintar, akan tetapi jauh daripada itu akan lebih baik jika mampu menciptakan orang-orang yang terdidik yang memiliki karakter.

Inti dari suatu pendidikan adalah akhlak dan kecerdasan pikiran.

Kita belajar bukan untuk bisa melakukan apa yang harus dilakukan. Melainkan kita belajar untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari untuk dilakukan.

Semua tergantung pada budaya dan adat istiadat di mana kita berada.

Melihat hal itu, perlulah pengkajian ulang tentang pendidikan formal yang menghasilkan gererasi pintar dalam berbagai ilmu di dunia, namun tidak menciptakan generasi terdidik yang memiliki etika dan pola fikir serta budi pekerti yang baik.

Hal ini pun terjadi dikarenakan tidak lagi diterapkannya pembelajaran tentang budi pekerti serta norma-norma kewarganegaraan yang menjelaskan bagaimana seseorang dalam beretika dan bertata-krama yang baik dan benar kepada seseorang.

Berpendidikanlah yang terdidik, sebab ini bukan soal permainan kata, namun tentang kedalaman makna.

Cepat atau lambat semuanya akan menjadi orang tua, bagaimana mungkin bisa mendidik anak kita kelak jika orang tuanya saja masih perlu dididik.

Berpendidikan yang terdidik mampu memberi manfaat untuk orang lain serta melahirkan mental yang terdidik untuk generasi penurus bangsa. Dengan demikian mereka akan menjadi asset besar atau human kapital untuk memajukan bangsa ini. (*)

Penulis: Sutanti Idris, SE (Mantan Sekretaris Umum PMII RE UMI)