Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir.
Kepala Karantina Pertanian Makassar, Lutfie Natsir.

MAKASSAR—Balai Karantina Pertanian Makassar (BKPM) kembali memberikan komitmen peran mencegah penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan yang keluar dan masuk di Sulawesi Selatan.

Hal itu disampaikan Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar Lutfi Natsir dalam acara sosialisasi Balai Karantina khususnya peran dan fungsi instansi vertikal Kementerian Pertanian (Kementan) tersebut.

Antisipasi pencegahan Balai Karantina Pertanian Makassar, mulai dari penyakit Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK).

“Tugas kita memastikan hewan dan tumbuhan yang keluar dan masuk itu bebas dari penyakit, keamanan pangan dan mutu pangan,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Makassar (BKPM) Lutfi Natsir, Kamis (21/10/2021)

Balai Karantina mencatat ancaman penyakit saat ini petugas harus mencegah masuknya 121 jenis hama penyakit hewan karantina dan 693 jenis organisme pengganggu tanaman karantina ke wilayah Indonesia.

“Kalau antar pulau kami akan lakukan pemeriksaan di tempat pemasukan, kalau sudah kita keluarkan sertifikat pelepasan karantina keluarkan hewan itu bebas dari penyakit. Hewan yang masuk itu ada kambing dari NTT, keluar itu biasanya sapi di Paotere di kirim ke Kalimantan,” ujarnya.

“Balai karantina itulah instansi yang menjamin kesehatan, makanan kita dan hewan kita,” tambahnya. (*)