Akibat Islamophobia, Umat muslim tetap jadi korban
Kepala menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath dikabarkan memerintahkan pejabat Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, India, untuk menggusur beberapa rumah milik umat Islam yang diduga terlibat bentrok ketika memprotes penghinaan Nabi Muhammad pada pekan lalu.
Reuters menuturkan rumah milik orang yang diduga dalang dari bentrok tersebut dihancurkan di bawah pengawasan polisi (koran-jakarta 14/06/22).
Sudah sangat jelas biang penyebab bentrokan namun kembali muslim tak luput jadi korban. Jika dibanding tindakan penangguhan bagi yang membuat pecahnya bentrokan tersebut.
Umat muslim justru lebih parah dengan digusurnya rumah mereka. Selain itu 2 yang syahid dari remaja muslim dari bentrokan tersebut.
Berbagai negeri karena menganggap Islam sebagai agama pemecah dan ketakutan mereka dengan terterapkan tata aturan yang memanusiakan manusia. Sehingga apapun itu, jika Islam menjadi jargon akan menjadi sasaran empuk untuk dijadikan tertuduh. Tidak ada keberpihakan HAM untuk muslim, apatah lagi jika mereka minoritas.
Penghinaan berulang terhadap kehormatan Islam dan kaum muslim, yaitu penghinaan terhadap Rasulullah terus berulang di sistem sekuler.
Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, tidak mengaitkan agama ketika berbicara kehidupan umum.













