PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Direktur Binwas Kemenaker Sebut PP 50/2012 Perlu Segera Diselaraskan dengan Standar Internasional • Lapas Bak Apartemen: Bagaimana Koruptor Bisa Jera? • DPRD Makassar Gelar Paripurna Ketujuh, Bahas Jawaban Wali Kota soal Perubahan APBD 2026 • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat •
Opini

Boikot Apakah Jadi Solusi Penghentian Penghinaan Nabi Yang Terus Berulang?

2789
×

Boikot Apakah Jadi Solusi Penghentian Penghinaan Nabi Yang Terus Berulang?

Sebarkan artikel ini
Boikot Apakah Jadi Solusi Penghentian Penghinaan Nabi Yang Terus Berulang?
Sri Rahmayani, S.Kom, Aktivis Pemerhati Masyarakat dan Anggota AMK 4.

Akibat Islamophobia, Umat muslim tetap jadi korban

Kepala menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath dikabarkan memerintahkan pejabat Pihak berwenang di negara bagian Uttar Pradesh, India, untuk menggusur beberapa rumah milik umat Islam yang diduga terlibat bentrok ketika memprotes penghinaan Nabi Muhammad pada pekan lalu.

Reuters menuturkan rumah milik orang yang diduga dalang dari bentrok tersebut dihancurkan di bawah pengawasan polisi (koran-jakarta 14/06/22).

Sudah sangat jelas biang penyebab bentrokan namun kembali muslim tak luput jadi korban. Jika dibanding tindakan penangguhan bagi yang membuat pecahnya bentrokan tersebut.

Umat muslim justru lebih parah dengan digusurnya rumah mereka. Selain itu 2 yang syahid dari remaja muslim dari bentrokan tersebut.

Berbagai negeri karena menganggap Islam sebagai agama pemecah dan ketakutan mereka dengan terterapkan tata aturan yang memanusiakan manusia. Sehingga apapun itu, jika Islam menjadi jargon akan menjadi sasaran empuk untuk dijadikan tertuduh. Tidak ada keberpihakan HAM untuk muslim, apatah lagi jika mereka minoritas.

Penghinaan berulang terhadap kehormatan Islam dan kaum muslim, yaitu penghinaan terhadap Rasulullah terus berulang di sistem sekuler.

Sistem yang memisahkan agama dari kehidupan, tidak mengaitkan agama ketika berbicara kehidupan umum.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com