MAKASSAR—Jumlah penerima bantuan sosial (bansos) lingkup Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2021 mencapai 528.518 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Sembako dan 317.442 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).
Adapun jumlah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di Sulawesi Selatan sebanyak 1.517.155 keluarga atau 4.771.587 jiwa.Jumlah tersebut tersebar di 24 kabupaten kota, dan merupakan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diupdate tanggal 26 November 2021.
Penerima bansos sembako terbanyak ada di Kabupaten Bone sebanyak 58.395 KPM disusul Kabupaten Gowa sebanyak 49.585 KPM.Terbanyak ketiga yakni Kota Makassar sebanyak 38.317 KPM .
Kepala Dinas Sosial Sulsel, Andi Irawan Bintang mengatakan, tahun ini ada dua jenis bantuan yang diterima warga Sulsel, yakni bantuan Program Keluaran Harapan (PKH), pemberian sembako alias Bantuan pangan Non Tunai (BPNT).
Bantuan tersebut bersumber dari Pemerintah Pusat, menyasar warga yang telah terdaftar dalam DTKS.
Selain itu, Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan bersumber dari Pusat sebanyak 3.711.416 jiwa Serta 2 juta lebih bantuan yang bersumber dari APBD Pemprov Sulsel dan APBD kabupaten kota di Sulsel tahun 2021.
“Secara umum masih ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan dalam DTKS. Selain itu KPM sembako yang masih bermasalah saldonya masih sementara proses perbaikan dan petunjuk dari pusat,” ucap Andi Irawan Bintang, Jumat (24/12/2021).
Kata dia masyarakat bisa saja mendapat dua bantuan, misalnya penerima PKH bisa mendapat bantuan sembako, tapi penerima sembako belum tentu bisa menerima PKH.
“Itu sesuai kewenangan Kementerian Sosial, memang ada syaratnya, intinya mereka terdata di DTKS,” ucapnya.
Kedepan kata Irawan, data seluruh masyarakat akan dimasukkan di DTKS, hal tersebut untuk mengidentifikasi kelayakan penerima bantuan.
Nanti akan dikategorikan, misalnya masyarakat mampu dan kurang mampu.
“Jadi langsung bisa terdeteksi, ini bisa meminimalisir adanya bantuan yang tidak tepat sasaran,” paparnya. (*)













