PANGKEP—Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL), secara simbolis menyerahkan bantuan hibah kepada kelompok nelayan dan petani pada Kamis (4/1/2024) di Aula Rujab Bupati Pangkep. Acara ini dihadiri sejumlah perwakilan penerima bantuan yang antusias menerima dukungan dari pemerintah daerah.
Bupati MYL menyampaikan harapannya agar bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat menjaga peralatan serta bibit yang telah diserahkan. Melalui bantuan ini, diharapkan para nelayan dan petani di Pangkep bisa lebih produktif dan meningkatkan taraf hidup mereka.
“Alhamdulillah, ada bantuan peralatan dari pemerintah. Tapi, harus bekerja keras agar dapat menghasilkan hasil yang lebih baik,” ujar MYL kepada para penerima.
Selain peralatan untuk nelayan dan petani, MYL juga memberikan bibit alpukat. Langkah ini diambil dengan harapan alpukat dapat menjadi komoditas unggulan di sektor pertanian Pangkep.
MYL menjelaskan bahwa harga alpukat cenderung lebih stabil dibandingkan komoditas lain, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan yang menjanjikan bagi petani di masa mendatang.
“Dengan harga alpukat yang stabil, saya berharap ke depan masyarakat Pangkep bisa mendapatkan hasil tambahan di luar komoditas pertanian yang sudah ada saat ini,” tambahnya.
Kepala Dinas Perikanan Pangkep, Kusumawaty, menjelaskan, bantuan yang diberikan di sektor perikanan, seperti mesin katinting dan genset, ditujukan khusus bagi nelayan kecil agar produktivitas mereka meningkat.
Kusumawaty juga mengingatkan agar bantuan ini tidak diperjualbelikan dan akan didistribusikan bergantian ke kelompok lain yang membutuhkan.
“Bantuan ini diharapkan bisa dimanfaatkan maksimal dan tidak diperjualbelikan. Nantinya akan ada giliran untuk kelompok lain agar bantuan bisa merata,” ujar Kusumawaty.
Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian Pangkep, Andi Agustina menambahkan, bantuan di sektor pertanian berupa handtraktor bersumber dari APBD Perubahan, sementara bibit alpukat diperoleh dari program CSR Bank Sulselbar.
Agustina berharap, dengan bantuan ini, Pangkep bisa berkembang menjadi penghasil alpukat yang signifikan. “Mudah-mudahan ke depan Pangkep bisa menjadi daerah penghasil alpukat,” ujar Agustina.
Bantuan hibah ini sebagian besar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2023, sedangkan bibit alpukat diperoleh melalui kerja sama dengan pihak swasta dalam bentuk CSR.
Melalui program bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Pangkep di bawah kepemimpinan Bupati MYL berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani, sekaligus mengembangkan sektor pertanian dengan menambahkan komoditas baru yang bernilai ekonomi tinggi.
Diharapkan ke depannya, bantuan ini bisa berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. (*/4dv)













