OPINI—Tiada terasa kita telah berada di penghujung tahun 2021 dan sebentar lagi fajar tahun baru 2022 segera menyingsing. Sejatinya pergantian tahun adalah perisitiwa biasa bergantinya waktu dalam siklus dua belas bulan. Bagi muslim sebagaimana makna penting waktu, pergantian tahun menjadi peringatan, momen melakukan introspeksi atau muhasabah untuk meningkatkan kualitas diri.
Pergantian tahun mengingatkan bahwa umur kita berkurang lagi setahun dan semakin dekat dengan kematian. Pertanyaannya, sudahkah kita memanfaatkan kesempatan dan modal waktu yang diberikan oleh Allah SWT tahun 2021 dengan sebaik-baiknya? Kalau belum, mari jadikan pergantian tahun ini dengan tekad untuk memanfaatkan sisa umur kita untuk beribadah dan mengabdi kepada sang Khalik dengan sebaik-baiknya.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang telah menggantikan malam dengan siang dan sore pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Tanpa terasa, pintu ajal kian menjelang. Sementara, peluang hidup tak ada siaran ulang.
Bagi seorang muslim, sesungguhnya waktu adalah modal. Begitu berlalu, hilang. Bagi orang sholeh sajalah yang akan memanfaatkan waktu sebagai ajang untuk beramal. Dan merugilah bagi mereka yang gagal mengisi waktu hidupnya dengan amalan sholeh.
Pemahaman inilah yang pernah menggugah Umar bin Abdul Aziz. Suatu malam, karena sangat lelah, Umar menolak kunjungan seorang warga. “Esok pagi saja!” ucapnya spontan. Khalifah Umar berharap esok pagi ia bisa lebih segar sehingga urusan bisa diselesaikan dengan baik.
Tapi, sebuah ucapan tak terduga tiba-tiba menyentak kesadaran sang Khalifah. Warga itu mengatakan, “Wahai Umar, apakah kamu yakin akan tetap hidup esok pagi?” Mendengar ucapan itu Umar pun langsung beristighfar. Saat itu juga, ia menerima kunjungan warga itu.
Ya, menganggap remeh sebuah ruang waktu sebenarnya kita sedang membuang sebuah kesempatan. Kalau pergi, kesempatan tidak akan kembali. Ia akan pergi bersama berlalunya waktu. “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian.” (Al-Ashr: 1-2)
Sayang, di penghujung tahun justru banyak manusia yang merugi karena menghabiskan waktu dengan maksiat. Bahkan rela mengorbankan harta dan tenaganya demi mengistimewakan pergantian malam tahun baru yang sejatinya hanya peristiwa biasa pergantian waktu.
Tahun 2021 dengan pandemi yang belum usai menjadi pelajaran yang berharga bagi kita untuk lebih bersyukur, bersabar dalam mengatasi segala cobaan, serta bekerja lebih optimal meraih kebaikan dan kebermanfaatan kepada sesama.
Di penghujung tahun, mari sejenak merenung ketika jatah waktu kita terus berkurang, seberapa efektif kita memanfaatkan modal waktu untuk beramal sholeh?. Dan, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang nanti menyesal di hari kemudian.
“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia mengatakan: ‘Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” (Al-Fajr: 23-24)
Penulis: Bahrul ulum Ilham (Ketua Yayasan Smart Insan Utama-Makassar)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













