PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Dandenpom Makassar Warning Prajurit, Jaga Sikap di Lapangan dan Tidak Sembarangan di Medsos • TACO dan MD Entertainment Kolaborasi di Film Filosofi Teras • 153 POKMAS Rumah Pangan B2SA di Makassar Didorong Terapkan Pola Konsumsi Sehat • Gubernur Sulsel Tegaskan, Sitti Husniah Talenrang Tetap Jalankan Tugas Selama Belum Ditahan • 4 Pintu Uang Bupati Gowa Dibongkar Polda Sulsel, Jejaknya Mengarah ke Rumah dan Mobil Miliaran • Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama IAMI, Imam Masjid Dunia Satukan Langkah di Jakarta •
Opini

Cepehi Fashion Week: Generasi Latah, Buah Sistem Rusak

1926
×

Cepehi Fashion Week: Generasi Latah, Buah Sistem Rusak

Sebarkan artikel ini
Cepehi Fashion Week: Generasi Latah, Buah Sistem Rusak
Dr. Suryani Syahrir, ST, MT.

Rusaknya Standar Tata Nilai

Maraknya konten-konten unfaedah alias sampah di media sosial merupakan bukti nyata rusaknya tata nilai kehidupan. Pun di dunia nyata, kerusakan begitu rupa mendera generasi milenial.

Standar tata nilai sudah sangat jauh bergeser, bahkan di luar nalar. Viralnya CFW ini tak bisa dilepaskan dari asas yang mendasari pola pikir umat. Support dari berbagai kalangan, terutama dunia fashion begitu jelas. Sehingga, tak heran jika ada sebagian pihak menjadikan fenomena CFW sebagai aji mumpung.

Jika dicermati, terjadi kemajemukan kepentingan disana. Terlihat kerusakan terpampang nyata menyatu dalam  beragam corak. Ada pemuda berdandan ala waria yang ditengarai pelaku LGBT. Ada yang memakai pakaian muslimah, tetapi tabarruj. Banyak pula yang mengenakan pakaian sangat minim.

Aktivitas pacaran diduga kuat lebih banyak lagi. Produsen fashion juga tak mau ketinggalan dalam mempromosikan produknya. Jadilah ajang street fashion yang kebanyakan selebgram sebagai endorse produk-produk.

Sikap latah banyak pihak disebabkan standar tata nilai yang digunakan berdasar akidah sekuler kapitalis yang lahir dari sistem kapitalisme. Inilah akar masalah dari semua problem hari ini, termasuk fenomena CFW. Benar salah bukan lagi didasarkan pada norma agama, tetapi dari berapa banyak cuan yang bisa dihasilkan.

Ketidakjelasan visi hidup, membuat generasi latah makin menjamur. Meniru apapun yang lagi viral, walau hal tersebut sudah sangat terang kerusakannya. Tersebab paradigma yang dibangun di tengah masyarakat adalah paradigma kapitalistik. Standar kesuksesan seseorang dinilai dari berapa banyak materi yang bisa diraup, walau harus terjerat utang ribawi dan muamalah yang batil.

Gambaran fenomena di atas juga membuktikan gagalnya sistem pendidikan hari ini. Profil generasi yang dihasilkan adalah generasi yang hanya berkutat pada eksistensi diri dan materi, minus akhlak dan jati diri.

Hal ini menegaskan bahwa sistem yang diadopsi negeri ini tak mampu melahirkan generasi cemerlang. Generasi tangguh dan berakhlak mulia, Istiqomah dalam menjalankan syariat-Nya.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com