MAKASSAR – Sulawesi Selatan kembali mendapat kucuran alokasi dana desa sebesar Rp3,5 triliun. Angka ini mengalami kenaikan dari tahun 2019 yang hanya Rp2,3 triliun.

Alokasi dana desa untuk Sulawesi Selatan naik drastis. Setiap desa bakal mendapat Rp1,5 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Ashari Faksirie Radjamilo mengatakan anggaran dana desa tahun ini memang naik drastis. Bukan hanya untuk Sulsel, tapi secara nasional.

Hal tersebut disebabkan karena dana afirmasi untuk desa tak lagi ada. Di Sulsel sendiri ada 2.225 desa.

“Dana afirmasi untuk desa yang paling tertinggal tak lagi ada, diganti jadi anggaran kinerja. Siapa daerah yang bisa meningkatkan status desanya lebih banyak dikasih anggaran,” ujar Ashari belum lama ini.

Ia menambahkan saat ini penyaluran dana desa tahap pertama sudah berjalan. Anggaran sudah dikucurkan untuk tujuh desa. Lima di kabupaten Bantaeng dan dua di kabupaten Gowa.

“Tahap pertama 40 persen, tahap kedua 20 persen dan tahap ketiga nanti 40 persen. Saat ini baru tujuh desa. Bertahap penyalurannya,” tambah Ashari.

Mantan kepala BKD Sulsel itu bilang tahun 2019 lalu realisasi dana desa di Sulsel cukup efektif. Penyalurannya mencapai 99 persen. Hanya satu desa yang tidak dikucurkan karena kepala desa-nya bersoal.

“Di desa Kindang, kabupaten Bulukumba. Anggarannya kita kembalikan ke kementerian keuangan. Tapi tahun ini tetap kita usulkan kembali,” jelasnya.

Ia mengaku pihaknya akan mensosialisasikan percepatan dana desa pekan depan ke semua kepala desa di Sulsel. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Kementerian Desa Tertinggal akan hadir. Begitupun dengan Kejaksaan Tinggi dan Kepolisian untuk memberi pembekalan terkait pengelolaan dana desa. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyelewangan dana desa oleh aparat desa yang masih tinggi termasuk di Sulsel. [*]