PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke PemprovPEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692.Sulsel Dipanggang Suhu 35 Derajat, Pegunungan Diselimuti KabutGPM Makassar Diserbu Warga, Beras SPHP 5 Kg Dijual Rp58 RibuPI Migas Blok Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Wajo Dapat 50 Persen untuk Daerah PenghasilKortastipidkor Polri Geledah Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa, Dugaan Pungli PBG Makin MelebarBone Rebut Piala Gubernur Sulsel 2026, Juara Bertahan Sidrap Tumbang di Adu PenaltiPergantian Ketua DPRD Jeneponto Mandek, Pimpinan Minta Berkas NasDem Dikonsultasikan ke Pemprov
Parepare

Desa Wisata Ladoma, Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Parepare yang Mudah Dijangkau

1539
×

Desa Wisata Ladoma, Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Parepare yang Mudah Dijangkau

Sebarkan artikel ini
Wisata Alam Ladoma
Foto (FB Wisata Alam Ladoma)

PAREPARE—Suasana riuh anak-anak bercampur tawa orang tua kerap terdengar di kawasan Desa Wisata Ladoma, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare. Di akhir pekan, kawasan ini menjelma menjadi ruang rekreasi keluarga yang sederhana, hangat, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Ladoma menawarkan konsep wisata keluarga berbasis alam. Tanpa wahana megah atau teknologi canggih, desa wisata ini justru menghadirkan pengalaman yang dekat dengan keseharian masyarakat. Aliran sungai yang jernih, area terbuka hijau, serta udara sejuk menjadi daya tarik utama bagi keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama.

Anak-anak bebas bermain air di sungai dangkal yang relatif aman, sementara orang tua bersantai di tepiannya menikmati suasana desa. Beberapa keluarga memilih memancing di danau buatan, aktivitas sederhana yang memperkuat kebersamaan lintas generasi. Tak sedikit pula yang mencoba wahana flying fox yang dirancang ramah untuk pengunjung dari berbagai usia.

Bagi banyak pengunjung, Ladoma bukan hanya tempat rekreasi, tetapi juga ruang belajar. Anak-anak dikenalkan langsung dengan alam—air sungai, pepohonan, serta aktivitas warga desa—sesuatu yang kian jarang dijumpai di kawasan perkotaan. Orang tua pun merasa lebih tenang karena lingkungan wisata dikelola langsung masyarakat setempat.

Keunggulan lain Desa Wisata Ladoma adalah akses yang relatif mudah dari pusat Kota Parepare. Dari kawasan Lapangan Andi Makkasau, pengunjung dapat menuju Kecamatan Bacukiki dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Perjalanan memakan waktu sekitar 20–30 menit, tergantung kondisi lalu lintas.

Bagi pengguna angkutan umum, tersedia pete-pete (angkot) dengan rute Parepare–Bacukiki. Penumpang dapat turun di jalur terdekat menuju Desa Ladoma, lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek atau berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter hingga tiba di lokasi wisata. Akses jalan menuju desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, sehingga cukup ramah bagi keluarga yang membawa anak-anak maupun orang tua.

Wisata keluarga di Ladoma terasa semakin lengkap dengan kehadiran kuliner lokal. Warga desa menyediakan aneka hidangan rumahan seperti ikan bakar, camilan tradisional, hingga minuman segar berbahan alami. Harga yang terjangkau membuat pengunjung betah berlama-lama tanpa khawatir soal biaya.

Suasana yang bersahabat menjadi nilai tambah. Warga terlibat langsung sebagai pengelola, pedagang, hingga pemandu. Interaksi ini menciptakan rasa aman dan nyaman, terutama bagi keluarga yang datang bersama anak-anak dan lansia.

Di tengah pilihan wisata modern yang kerap mahal dan padat, Desa Wisata Ladoma hadir sebagai alternatif yang realistis dan ramah keluarga. Mudah dijangkau, murah, dan menyatu dengan alam.

Ladoma membuktikan bahwa wisata keluarga tak harus mewah atau jauh dari kota. Dengan akses yang terjangkau, pengelolaan berbasis masyarakat, serta suasana alam yang menenangkan, desa wisata ini menjadi salah satu pilihan favorit warga Parepare untuk menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. (Ag4ys)

Foto (FB Wisata Alam Ladoma)
Foto (FB Wisata Alam Ladoma)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com