PAREPARE — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas), Putri Djibu, menginisiasi program SPSK (Satu Perahu Satu Karung) sebagai upaya melibatkan nelayan dalam pengelolaan sampah laut di Kelurahan Sumpang Minangae, Kota Parepare, Jumat (24/7/2026).
Program kerja individu mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas itu diikuti 18 nelayan dan warga pesisir di RT 03/RW 01. Melalui program ini, setiap nelayan diajak menyediakan satu karung di atas perahu untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan selama melaut, kemudian membawanya kembali ke darat agar dapat dikelola dengan baik.
Putri Djibu menjelaskan, SPSK dirancang sebagai langkah sederhana yang dapat memberikan dampak nyata terhadap kebersihan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian ekosistem laut.
“Melalui program Satu Perahu Satu Karung, kami berharap setiap nelayan dapat berpartisipasi mengumpulkan sampah yang dijumpai saat melaut. Dengan kebiasaan sederhana ini, jumlah sampah yang kembali ke pesisir dapat berkurang dan kesadaran menjaga ekosistem laut akan semakin meningkat,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah laut berbasis partisipasi masyarakat. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai mekanisme pelaksanaan SPSK, manfaat program bagi lingkungan pesisir, serta peran strategis nelayan sebagai garda terdepan dalam menjaga kebersihan laut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program, mahasiswa KKNT Unhas membagikan karung kepada setiap peserta untuk digunakan mengumpulkan sampah selama menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para nelayan aktif berdiskusi mengenai persoalan sampah di kawasan pesisir Sumpang Minangae dan menyambut baik inovasi tersebut sebagai solusi yang mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Ketua RW 01 Kelurahan Sumpang Minangae mengapresiasi pelaksanaan program SPSK. Menurutnya, gerakan tersebut menjadi langkah sederhana namun efektif untuk membangun kebiasaan baru dalam menjaga kebersihan laut.
“Program ini memberikan solusi sederhana yang mudah diterapkan oleh para nelayan. Kami berharap masyarakat pesisir semakin peduli terhadap kebersihan laut dan menjadikan kebiasaan membawa pulang sampah dari laut sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari,” tuturnya.
Melalui SPSK, mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin berharap tumbuh budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan laut dengan melibatkan nelayan sebagai pelaku utama. Program ini juga diharapkan mampu mewujudkan kawasan pesisir Kelurahan Sumpang Minangae yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Mp/Ag4ys)
Citizen Reporter: Intan Ramadhani Hafid (Mahasiswa Teknik Elektro Unhas)













