Memuat Ramadhan…
Memuat cuaca…
Jeneponto

Diduga Ambil Uang dari Tim Caleg, Dua Calon Panwascam Diadukan ke Pokja Bawaslu Jeneponto, Saiful: Itu Berpotensi Tidak Lolos

1948
×

Diduga Ambil Uang dari Tim Caleg, Dua Calon Panwascam Diadukan ke Pokja Bawaslu Jeneponto, Saiful: Itu Berpotensi Tidak Lolos

Sebarkan artikel ini
Diduga Ambil Uang dari Tim Caleg, Dua Calon Panwascam Diadukan ke Pokja Bawaslu Jeneponto, Saiful: Itu Berpotensi Tidak Lolos
Diduga mengambil uang dari tim salah satu caleg di dapil 1 Binamu - Turatea, kedua calon Panwaslu Kecamatan diadukan ke Kelompok Kerja (Pokja) Bawaslu Kabupaten Jeneponto. (Mediasulsel.com/Kaharuddin Kasim)

JENEPONTO—Diduga mengambil uang dari tim salah satu caleg di dapil 1 Binamu – Turatea, kedua calon Panwaslu Kecamatan diadukan ke Kelompok Kerja (Pokja) Bawaslu Kabupaten Jeneponto.

Kedua Calon Panwaslu Kecamatan itu adalah Syarifuddin, SE pendaftar Binamu dan Arifin, S.Pdi pendaftar Kecamatan Turatea.

Menurut Syaripudin Awing bahwa Ia melaporkan kedua oknum tersebut dengan adanya pelanggaran etik penyelenggara pemilu.

“Saya melaporkan Syarifuddin dan Arifin ke Pokja Bawaslu Jeneponto lantaran mengambil uang dari kami tim salah satu caleg di dapil 1 Binamu – Turatea,” kata Syaripuddin, Senin (18/10/2022).

Ia menjelaskan, kronologi keduanya mengambil dengan modus seperti teroris.

“Syarifuddin mengambil uang di rumahnya dengan cara mematikan lampu ruangan rumahnya, sedangkan Arifin mengambil uang di ujung lorong rumahnya di atas mobil dan setelah itu ia mobil yang ditumpanginya langsung kabur begitu saja seperti teroris,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, uang yang diterima keduanya itu berkisar kurang lebih Rp130 juta. Akan tetapi Syarifuddin mengembalikan bukti sebesar Rp20 juta kepada mantan caleg Kamaluddin Kasim.

Menanggapi laporan itu, Ketua Bawaslu Jeneponto, Saiful menegaskan, saat tes wawancara itu bisa saja tidak diloloskan.

“Saat wawancara itu bisa tidak diloloskan apabila terbukti mengambil uang dari caleg. Karena itu faktor integritas. Itu berpotensi tidak lolos di tes wawancara apabila memang terbukti,” kata Saiful.

Ia berharap tanggapan dan masukan agar memasukkan aduan soal peserta tes wawancara yang masuk 6 besar. (*)

error: Content is protected !!