PT. Pos Indonesia
PT. Pos Indonesia

JAKARTA—Direktur Eksekutif, Political and Policy Public Studies (P3S), Jerry Massie, meminta PT. Pos Indonesia selaku perusahaan yang ditunjuk Kementerian Sosial RI sebagai mitra penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST), untuk mewasdai munculnya klaster Pos.

Olehnya itu Jerry berharap PT. Pos Indonesia yang merupakan perusahaan layanan pengiriman dapat menyalurkan BST tersebut langsung ke rumah-rumah penerima manfaat.

“Kalau kantor pos bisa, sebaiknya langsung dikirim ke alamat yang menerima Bansos,” kata Jerry kepada Medai Sulsel, melalui saluran WhatsApp, Kamis (5/08/2021).

Menurut Jerry, hal ini penting dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 karena penyaluran BST yang terpusat di suatu titik terbukti menimbulkan kerumunan warga. Lebih jauh, kata Jerry, klaster pos lantaran penyaluran BST yang tak peka epidemi juga bisa terjadi.

“Akan terjadi lagi kerumunan warga dan juga klaster baru muncul, bisa klaster pos juga bisa jadi varian baru,” kata Jerry.

Namun meski demikian, menurut Jerry perbaikan teknis penyaluran BST, tak bisa hanya menjadi tanggung Jawab PT. Pos Indonesia saja. Kemensos juga harus menunjukkan tanggungjawabnya pada publik mengingat BST memang program Kemensos RI.

Bagaimana pun, menurut Jerry, PT Pos Indonesia hanya mitra yang terikat kerjasama dengan Kemensos RI. Carut-marut penyaluran BST oleh PT Pos seharusnya juga ditilik dari ketentuan kerjasama yang terbangun antara PT. Pos Indonesia dengan Kemensos.

“Boleh jadi, nilai nominal kerjasamannya memang tidak cukup bagi PT Pos untuk teknis penyaluran langsung ke rumah penerima BST. Nah ini, Kemensos harus terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban publik,” ujar Jerry.

BST kembali ditargetkan untuk diberikan ke 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total anggaran Rp12 triliun. BST diberikan ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebesar Rp600 ribu, yang diperuntukkan bulan Mei dan Juni, atau penyaluran tahap 14 dan 15 yang diberikan sekaligus. Pada 24 Juli lalu, Pos Indonesia tancap gas untuk mengejar target penyaluran BST hingga di tangan KPM. (*/464ys)