DP3A Dalduk KB Sulsel Tingkatkan Kolaborasi dalam Maksimalkan Layanan di Sekolah Inklusi
Hj. Fitriah Zainuddin, Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel pada kegiatan pertemuan penyediaan layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK) khususnya anak berkebutuhan Khusus (ABK) Senin (24/5/2021).

MAKASSAR—Kepala DP3A-Dalduk KB Sulsel Hj. Fitriah Zainuddin menegaskan akan melakukan kolaborasi dengan P2TP2A dan Puspaga di daerah serta berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi sulsel untuk melakukan upaya dalam memaksimalkan layanan di sekolah inklusi.

Hal ini disampaikan Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel pada kegiatan pertemuan penyediaan layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus (AMPK) khususnya anak berkebutuhan Khusus (ABK) Senin (24/5/2021).

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel mengaku Berbagai kebijakan dan program telah diluncurkan secara nasional dalam mendukung upaya-upaya perlindungan anak seperti Gerakan Nasional Anti Kekerasan terhadap Anak (GN-AKSA).

“Berbagai upaya-upaya pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak terus dilakukan seperti penerapan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), Pengembangan Layanan PUSPAGA sampai ke tingkat desa/kelurahan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan peran UPT Perlindungan Perempuan dan Anak, PUSPAGA dan Sekolah sebagai center point anak-anak melakukan aktifitas proses belajar terus dimaksimalkan.

“Peran semua lembaga dan pihak terkait terus didorong, Dimana kita ketahui bersama bahwa hampir semua sekolah yang ada adalah merupakan sekolah inklusi, meskipun pada kenyataannya banyak sekolah inklusi yang tidak berfungsi sesuai yang diharapkan,” sebutnya.

Ia berharap semua peserta yang hadir dapat memberikan masukan, agar bisa mendapatkan suatu kesepakatan untuk kepentingan anak-anak khususnya Anak berkebutuhan Khusus.

“Saya sangat berharap bapak/ibu yang hadir pada hari ini, baik perwakilan sekolah, Dinas Pendidikan sebagai Mitra kita, UPT-PPA dan PUSPAGA Provinsi betul-betul bisa memberikan masukan , agar kita mendapatkan suatu kesepakatan yang tentunya semata-mata untuk kepentingan anak-anak kita khususnya Anak berkebutuhan Khusus,” harapnya.

Dia juga menekankan agar lingkungan tempat tinggal maupun dengan orang tua perlu mendapatkan layanan.

“Bukan hanya di sekolah, tapi juga di lingkungan tempat tinggal mereka, demikian juga halnya dengan orangtua mereka yang perlu mendapatkan layanan sehingga anak-anak kita aman, nyaman dan bisa berkreasi baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya,” ucapnya.

Kadis pertama DP3A Dalduk KB Sulsel yang berlatar belakang dokter ini berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memberikan layanan kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus.

“Semoga dengan kita mengikuti workshop ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kita semua dalam memberikan layanan kepada anak-anak kita yang berkebutuhan khusus baik disekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya,” tutupnya. (*)