MEDIASULSEL.com – Tidak memperoleh aliran air PDAM karena tidak ada instalasi pipa di lokasi itu, bagi sejumlah kawasan di Kota Makassar bukanlah cerita baru, namun tidak demikian yang terjadi dengan wilayah ORW. 16 Kelurahan Bangkala Kecamatan Manggala Kota Makassar.
Kawasan yang dihuni kurang lebih 200 KK yang tersebar di 4 RT itu, telah terpasang jaringan pipa semenjak tahun 2014, namun hingga saat ini belum juga nampak tanda-tanda akan disambungkan dengan pipa induk PDAM.
Menurut Ketua ORT. 04, ORW. 16, Muh. Yusuf, S.Hut, berdasarkan info yang diperoleh dari pemasang pipa, pipa itu diperuntukan jaringan PDAM, dan dipasang pada tahun 2014 setelah pemilihan umum legislatif.
“Pipa ini dipasang pada tahun 2014, tidak lama setelah pemilu, hampir semua lorong di wilayah RW 16 ini telah dipasangi pipa dan menurut yang pasang, pipa ini untuk jaringan PDAM, namun saya juga tidak tahu, kenapa hingga saat ini belum ada air yang mengalir ke sini,” ungkap Yusuf saat ditemui Media Sulsel.
Lebih lanjut Yusuf menjelaskan, bahwa pada saat ini sebagian masyarakatnya memanfaatkan sumur bor untuk kebutuhan sehari-hari, namun jika musim kemarau tiba, sumur-sumur warga tersebut mengalami kekeringan, sehingga warga harus mengambil air dari tempat keluarga atau teman seperti di Perumnas Antang dan Perumahan Angkatan laut.
Sementara itu menurut Ardi, salah seorang warga setempat, memang ada sumur dalam yang merupakan program Pamsimas yang terletak di ORT. 3, ORW 16, namun air yang dihasilkan hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan masjid dan sebagaian warga yang tinggal di sekitar masjid saja.
“Memang ada sumur dalam yang merupakan Program Pamsimas yang terletak di RT 3, namun itu hanya digunakan untuk kebutuhan masjid, dan warga yang tinggal di sekitar masjid saja,” tegas Ardi.
Selain itu lanjut Ardi, khusus di RT 1, setiap satu minggu sekali datang satu mobil tangki PDAM yang mengirim air ke salah satu warga di RT 1, lalu warga sekitar khususnya RT 1 membeli ke penampungan air PDAM tersebut, seharga Rp. 500,- per jerigen 20 liter.
Lebih lanjut Yusuf berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan keberadaan masyarakat khususnya ORW 16 yang pada umumnya berprofesi sebagai pekerja sampah, karena air merupakan kebutuhan mendasar bagi masyarakat, dan bertahun-tahun warganya selalu kesulitan nuntuk memperoleh air dengan baik terutama di musim kemarau.
“Semoga pemerintah sudi lebih memperhatikan warga kami, karena sudah bertahun-tahun kami selalu kesulitan air, terutama saat musim kemarau tiba, sementara jaringan pipa sudah terpasang semenjak 2 tahun lalu, saya khawatir pipa-pipa itu akan rusak sebelum digunakan,“ pungkas Yusuf. (464ys)













