Ena Melahirkan di Tenda Pengungsian  Huntara AMCF Pasca Gempa Sulbar
Ena melahirkan dalam suasana mengharukan di pengungsian tenda hunian sementara (huntara) AMCF sebagai lokasi Pos Pelayanan terpadu Puskesmas Pembantu (Pustu) Lombang, Desa Lombang, Kec. Malunda, Kab. Majene,Kamis, 28 Januari 2020.

MAJENE—Syukur Alhamdulillah, pada Kamis, 28 Januari 2020, tepatnya tiga belas hari pasca gempa yang melanda dua kabupaten di Sulawesi Barat, yaitu Kab. Majene dan Mamuju, Ena melahirkan dalam suasana mengharukan di pengungsian tenda hunian sementara (huntara) AMCF sebagai lokasi Pos Pelayanan terpadu Puskesmas Pembantu (Pustu) Lombang, Desa Lombang, Kec. Malunda, Kab. Majene.

Informasi ini disampaikan Hartati selaku bidan Desa Laboan melalui WA kepada Tim Kemanusiaan AMCF yang tiga hari sebelumnya telah mendirikan 6 tenda huntara di Dusun Laboan tersebut.

Dewan pembina AMCF Pusat, Dr. Muh. Ali Bakri, MPd saat dikonfirmasi melalui WA, Kamis sore (28/1/2021) membenarkan berita baik ini dan telah menyampaikan ucapan selamat kepada ibu Ena semoga bayi yang dilahirkan dengan penuh perjuangan dalam suasana duka akibat bencana gempa, senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT dan menjadi anak yang sholeha.

Saya sangat terharu bercampur gembira mendengar berita baik ini dari Bidan Desa Hartati yang mengabarkan kepada saya bahwa Ibu Ena telah melahirkan dengan selamat seorang bayi perempuan dengan berat badan 3,0 Kg tepatnya pukul 08.00 pagi ini, katanya.

Dr. Ali Bakri sendiri sempat bertemu dengan ibu Ena saat mengunjungi pos pengungsian di desa Laboan bersama tim relawan AMCF dalam rangka membantu sejumlah pengungsi yang membutuhkan tenda huntara AMCF.

Ena sendiri bukan berasal dari Dusun Laboan tapi berasal dari Dusun Salutahoan,  namun masih dalam wilayah Kecamatan Malunda.

Ena bersama keluarga memilih mengungsi ke Laboan selain berbatasan dusun juga hampir seluruh warga di dusun Salutahoan telah meninggalkan kampung tersebut akibat tempat tinggalnya di pegunungan itu sangat rawan longsor serta sebahagian rumah warga roboh akibat gempa berkekuatan 6.2 magnitudo pada jum’at (15/01) dini hari pukul 02.00 yang lalu itu. (ulla/yah/cr/shar)