MAKASSAR—Makassar sebuah kota yang terkenal dengan perpaduan antara tradisi dan modernitas, kini menjadi pusat berkembangnya industri kreatif, salah satunya adalah industri sablon. Teknik sablon, yang sebelumnya hanya digunakan untuk menghias pakaian adat, spanduk acara, dan kaos anak muda, telah mengalami transformasi besar seiring berjalannya waktu.
Kini, sablon telah berkembang menjadi bentuk seni yang tidak hanya menarik, tetapi juga menjadi sarana untuk mengekspresikan kreativitas dan identitas generasi muda Makassar.
Industri sablon di Makassar telah ada jauh sebelum era digital. Awalnya, sablon digunakan untuk tujuan praktis, seperti mencetak logo pada pakaian atau membuat spanduk untuk berbagai acara.
Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan permintaan pasar yang semakin meningkat, sablon di Makassar mulai bertransformasi. Dari sekadar reproduksi gambar, sablon kini menjadi sebuah industri yang mendunia, dengan desain yang semakin variatif dan menggunakan teknologi canggih.
Seperti yang tercatat dalam Ejurnal Indeks, industri konveksi dan sablon masuk dalam kategori usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sering disebut sebagai industri rumahan. Usaha ini tidak hanya terbatas pada produksi pakaian, tetapi juga merambah pada produk-produk lain, seperti kaos, seragam, baju olahraga, almamater, dan toga.
Biasanya, permintaan sablon meningkat pada momen-momen tertentu, seperti menjelang Lebaran, acara seremonial, atau pergantian tahun ajaran baru.
Dulu dianggap sebagai usaha sampingan, bisnis sablon kini berkembang pesat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Salah satu contoh sukses adalah Arkan, pemilik Arkan Sablon.
Pada tahun 2018, Arkan memulai usaha sablon dengan harapan mengisi kekosongan bisnis sablon di Makassar. Ia mulai mencoba-coba dan akhirnya menemukan kesuksesan dengan produk-produk yang unik dan kreatif, seperti kaos dengan tulisan “Aku Sayang Ibu” dan “I Love Makassar”, yang viral di kalangan masyarakat.
“Awalnya saya coba-coba dan alhamdulillah hasilnya memuaskan. Ada itu dulu yang viral baju dengan tulisan ‘Aku Sayang Ibu’, ‘I Love Makassar’. Nah dari situ semuanya berjalan,” ujar Arkan Minggu, 5 Januari 2025.
Arkan menjelaskan bahwa pada awalnya, desain sablon lebih banyak menggunakan tulisan. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, desain sablon kini lebih beragam dan canggih. Banyak anak muda yang bekerja di bisnis sablon karena mereka lebih paham dengan teknologi yang digunakan.
Sulaeman, pemilik Mause Project, juga memanfaatkan teknologi untuk mendukung usahanya. Bersama dua temannya, ia memulai bisnis sablon sejak masih di bangku kuliah. Dengan kreativitas desain yang menarik, usaha mereka mulai berkembang pesat.
“Awalnya saya coba-coba berbisnis dengan dua teman saya di perkuliahan. Setelah saya promosikan kepada orang terdekat, alhamdulillah bisnis ini menjadi peluang yang menjanjikan bagi kami. Kami terus berusaha membuat desain semenarik mungkin,” jelas Sulaeman, Rabu, 15 Januari 2025.
Sulaeman menambahkan bahwa di era perkembangan teknologi yang pesat ini, Mause Project berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan ide-ide desain yang kreatif guna menarik minat konsumen. Teknologi digital dan software desain grafis menjadi kunci utama dalam menciptakan desain sablon yang lebih rumit dan berkualitas tinggi.
Ahmad Kafrawi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, menilai bahwa media sosial memberikan peluang besar bagi pengusaha sablon untuk memperluas jangkauan pasar dan mempromosikan produk mereka secara lebih kreatif.
“Penggunaan mesin sablon digital dan software desain grafis telah merevolusi industri sablon kaos. Teknologi ini memungkinkan produsen untuk mencetak desain yang lebih rumit dengan kualitas tinggi dan efisiensi yang lebih baik,” ujar Ahmad Kafrawii, saat diminta tanggapannya, Jum’at, 10 Januari 2025.
Meskipun industri sablon di Makassar terus berkembang, persaingan di sektor ini juga semakin sengit. Banyak pelaku usaha yang menawarkan produk dengan harga dan desain yang bervariasi, membuat pasar semakin kompetitif.
Namun, kreativitas dalam desain menjadi daya tarik utama yang membedakan satu usaha sablon dengan yang lainnya. Oleh karena itu, pengusaha sablon harus terus berinovasi dan mengikuti perkembangan tren untuk tetap relevan di pasar.
Industri sablon di Makassar telah mengalami perkembangan yang pesat, bertransformasi dari sekadar usaha sampingan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Dengan memanfaatkan teknologi canggih dan media sosial, para pelaku bisnis sablon dapat menciptakan produk yang lebih kreatif dan menarik. Meskipun persaingan semakin ketat, kreativitas dan inovasi tetap menjadi kunci utama bagi keberhasilan bisnis sablon di era digital ini. (Cr/Ag4ys)
Citizen Reporter : Muhammad Arfan (Mahasiswa Jurnalistik UINAM)













