UMP Sulsel Tahun 2021 Naik Dua Persen Menjadi Rp3.165.000
Gubernur Sulsel mengumumkan langsung UMP tahun 2021didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Asosiasi Pengusaha Indonesia daerah (APINDO) Sulawesi Selatan, Dewan pengupahan provinsi sulsel serta segenap ketua serikat buruh. di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (31/10/2020)

MAKASSAR—Pemerintah Provinsi Sulsel telah menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2021 sebesar Rp3.165.000, naik sekitar 2 persen dari UMP tahun 2020 yang sebesar Rp3.103.800.

Gubernur Sulsel mengumumkan langsung UMP tahun 2021didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulsel, Asosiasi Pengusaha Indonesia daerah (APINDO) Sulawesi Selatan, Dewan pengupahan provinsi sulsel serta segenap ketua serikat buruh. di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Sabtu (31/10/2020)

Nurdin Abdullah menjelaskan, penetapan UMP Provinsi Sulsel berdasarkan Surat Keputusan Nomor: 1415/X/Tahun 2020 tanggal 27 Oktober 2020.

“Berdasarkan sidang hasil dewan pengupahan yang tentu kita tuangkan dalam surat keputusan Gubernur Sulsel Nomor: 1415/X/TAHUN 2020 Tanggal 27 Oktober 2020 Tentang Penetapan Upah Minimum Sulsel 2021, telah kita sepakati bersama mulai dari serikat pekerja maupun dari pengusaha melalui Apindo bersepakat kita menaikan 2 persen dari tahun ini sehingga menjadi Sebesar 3.165.000 rupiah,” ungkapnya.

Ia mengatakan kenaikan UMP melalui Dasar penetapan pertama adalah UU No.13 tahun 2003, tentang Ketenagakerjaan, pasal 89 ayat 3. Dan sesuai formula perhitungan Upah PP No 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan didasarkan untuk melakukan jaring Sosial.

“Penetapan UMP sebagai jaringan mengacu pada. Pasal 41 ayat, dan mengacu pasal 43 Ayat 1, bahwa Penetapan UMP di lakukan setiap tahun berdasarkan kebutuhan Ekonomi, berdasarkan hidup layak dan memperhatikan produktifitas Ekonomi,” urainya.

Gubernur juga menyebutkan, Surat Menteri Ketenagakerjaan, RI Nomor B-M/11/HK.04/X/2020 tanggal 26 Oktober, Tentang Penetapan UMP tahun 2021 pada masa pandemi COVID-19. Dimana Surat Edaran Menteri dalam penetapan UMP 2021 dalam mempertimbangkan kondisi Ekonomi.

“Melakukan penyesuaian UMP tahun 2021 dengan nilai UMP 2020 dan melaksanakan penetapan UMP tahun 2021,” ujarnya.

Lebih jauh ia menceritakan kenaikan UMP Sulsel dari Tahun 2016 sampai 2020 yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

“Pada 2017, 2,500,000 naik, 11,11, persen, dari tahun sebelumnya, 2018 naik sebesar 5,89 persen, menjadi 2,647,767, untuk 2019, terjadi kenaikan sebesar, 8,03, persen, atau 2.860,382, UMP 2020 yang kita ketahui, 3.103,800, naik sebesar 8,51 persen,” bebernya.

Mantan Bupati Bantaeng ini menambahkan,
pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat meski ditengah pandemi covid-19.

“Pandemi ini tentu kita merasakan semua bukan hanya Indonesia tapi dunia. Dimana pertumbuhan ekonomi dunia juga terjadi kontraksi yang cukup dalam,” ucapnya.

Kata dia, Indonesia ikut merasakan itu sehingga tentu pengusaha maupun para pekerja tentu harus memberikan sumbangsih dalam rangka mendorong percepatan ekonomi.

“Kenaikan UMP tahun depan 2 persen efektif mulai berlaku tanggal 1 Januari 2021. Diminta kepada seluruh pengusaha untuk mentaati Keputusan ini,” tutup Gubernur. (*)