MAKASSAR — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Gerakan Rakyat, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan menyerahkan 150 judul buku kepada Perpustakaan Wilayah Sulawesi Selatan, Selasa (24/2/2026).
Penyerahan buku yang berlangsung di kantor perpustakaan di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan milad perdana Gerakan Rakyat yang mengusung tema “1 Tahun Hadir untuk Rakyat”. Puncak peringatan HUT organisasi tersebut dijadwalkan pada 27 Februari mendatang.
Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulsel, Asri Tadda, memimpin langsung penyerahan donasi buku. Ia didampingi Sekretaris DPW GR Sulsel Zaynur Ridwan, Ketua DPD GR Kabupaten Gowa A. Karim Alwie, Ketua DPW Muda Bergerak Sulsel Muh Alief, Ketua Bidang Humas dan Media MB Sulsel Yusril, serta Ketua Bidang Politik dan Hukum MB Sulsel Firdaus.
Delegasi DPW Gerakan Rakyat Sulsel diterima oleh Zahir Juana Ridwan, Pustakawan Ahli Muda pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan.
“Donasi buku ini merupakan bagian dari program berbagi dalam rangka HUT pertama Gerakan Rakyat. Mungkin ini langkah kecil, tetapi kami ingin menyampaikan pesan bahwa literasi adalah fondasi penting dalam membangun peradaban,” ujar Asri Tadda usai kegiatan.
Asri menilai, keberadaan perpustakaan publik saat ini masih kurang mendapat perhatian, padahal memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas intelektual masyarakat. Menurutnya, kekuatan suatu bangsa tidak terlepas dari tradisi literasi yang kokoh.
“Perpustakaan adalah wajah peradaban suatu bangsa. Negara-negara besar lahir dari pergulatan literasi yang kuat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti minimnya figur publik dan aparatur pemerintahan yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang kunjungan rutin. Kondisi tersebut dinilai turut berkontribusi terhadap rendahnya indeks literasi masyarakat.
“Keteladanan itu penting. Rendahnya minat baca tidak bisa dilepaskan dari kurangnya contoh dari para pemimpin,” katanya.
Melalui donasi 150 judul buku dengan beragam tema, Gerakan Rakyat berharap dapat memperkaya koleksi bacaan dan meningkatkan minat kunjungan masyarakat, khususnya generasi muda, ke perpustakaan.
“Literasi hanya bisa tumbuh jika generasi kita memiliki minat baca yang kuat. Donasi ini sederhana, tetapi menjadi simbol bahwa penguatan sumber daya manusia harus dilakukan secara bersama-sama,” pungkas Asri. (Ag4ys)













