PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Remaja Tewas Usai Tawuran Tallo, Polisi Akui Lepaskan Tembakan • UMKM Sudah Berizin, Tapi Masih Dipungut, ABDSI Soroti Celah Tata Kelola Ruang Publik • Jalan Aroepala Kembali Dibuka, Akses Gowa-Makassar Kini Lancar • Training Jurnalistik HMPS JI IAIN Parepare Bekali Maba Hadapi Dunia Pers • Kisah Mahasiswa Makassar Jadi Ojol Maxim Untuk Biayai Kuliah • Ketika Media Online Menjadi Ruang Bullying bagi Mahasiswa •
Opini

Jagai Anakta: Solusi Menjaga Generasi?

2022
×

Jagai Anakta: Solusi Menjaga Generasi?

Sebarkan artikel ini
Jagai Anakta: Solusi Menjaga Generasi?
Dr. Suryani Syahrir, ST, MT (Dosen & Pemerhati Generasi)

Terlebih isu radikalisme adalah isu global yang tidak apple to apple dengan program lokal Jagai Anakta. Sebab menjaga anak bukan saja perkara tugas orangtua di dalam rumah, tetapi tugas semua pihak. Keberadaan support system di luar rumahlah yang paling efektif berkontribusi dalam kerusakan atau perbaikan generasi.

Begitu banyak kebijakan dan program yang telah dilakukan, yang katanya dalam rangka perbaikan generasi. Namun, upaya tersebut seolah tidak menyolusi berbagai permasalahan yang ada. Bahkan, kerusakan di hampir semua lini cenderung makin meningkat dan sebarannya pun dalam skala yang lebih luas. Mengapa demikian?

Jika dianalisis secara cermat, kondisi ini disebabkan antara lain: pertama, paradigma berpikir sekuleris liberalis. Dimana paradigma ini menafikan aturan Sang Khaliq dalam mengatur kehidupannya, sehingga apa saja yang menurut hawa nafsunya bagus, itulah yang diambil.

Misal, LGBT yang jelas-jelas melanggar fitrah manusia. Namun, berdalih HAM (yang memang dari Barat), tetap saja banyak orang yang mengakuinya.

Kedua, agenda global atas nama Moderasi Beragama. Program ini perlu diwaspadai karena cacat dari indikator-indikator utamanya yaitu komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi.

Poin yang terkait isu radikalisme adalah anti kekerasan yang bisa dipelintir dalam banyak aspek, terutama jika membahas terkait solusi hakiki dari Sang Pencipta atas segala problem negeri ini. Sehingga ketika ada orang atau kelompok yang menawarkan solusi yang tidak sesuai dengan solusi arahan global (Barat), dianggap radikal (sesuai pemaknaan versi Barat).

Ketiga, buta politik. Umat hari ini cenderung sibuk dengan urusannya sendiri. Dimana kehidupan individualistik adalah konsekuensi dari diadopsinya sistem kapitalisme.

Wajar saja ketika agenda beruntun yang digelontorkan Barat menerjang umat, banyak yang tidak paham atau terjebak dalam solusi pragmatis.

Parahnya lagi banyak yang menjadi agen, baik karena sikap apolitis ataupun karena sudah berada di zona nyaman.

Inilah urgensi memahami sebuah sistem politik bernegara, sistem yang tabiatnya memaksa dan mengikat. Dengan memahami kerusakan sistem buatan manusia dan dampak akbar dari penerapannya, maka seyogianya mencampakkan sistem tersebut.

Beralih ke sistem paripurna yang meniscayakan kesejahteraan bagi semua, karena berasal dari Dzat Yang Mahasempurna. Satu-satunya solusi hakiki dari semua problematika umat.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com