Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel Dorong seluruh Daerah punya Aplikasi SIGA
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, Hj. Fitriah Zainuddin saat membuka kegiatan Workshop pendampingan peningkatan kapasitas pengelola sistem informasi gender dan anak (SIGA) di Kabupaten Maros, Senin (14/6/2021).

MAKASSAR—Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel, Hj Fitriah Zainuddin menegaskan, Pemprov Sulsel terus mendorong kabupaten dan kota di Sulsel untuk mempunyai aplikasi siga secara mandiri.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, Hj. Fitriah Zainuddin saat membuka kegiatan Workshop pendampingan peningkatan kapasitas pengelola sistem informasi gender dan anak (SIGA) di Kabupaten Maros, Senin (14/6/2021).

“Kita terus mendorong agar kabupaten dan kota di sulsel mempunyai aplikasi siga, yang dimana saat ini baru 18 daerah, yang diharapkan siga ini menjadi sumber data dan informasi sekaligus bisa mereview updating data gender dan anak secara berkala per semester,” ungkapnya.

Ia menyebutkan peran utama kehadiran siga adalah memotret data terpilah yang ada di semua sektor.

“Siga menjadi sumber data terpilah yang memotret di semua sektor baik OPD kabupaten/ kota, Lembaga mitra dan instansi vertikal, sehingga perlu pemahaman mendalam tentang pentingnya data terpilah sebagi prasyarat utama dalam pengembangan siga,” sebutnya.

Lebih jauh, Fitriah Zainuddin mengaku ketersediaan Siga juga menjadi point penting dalam beberapa penilaian nasional.

“Penilaian nasional itu seperti anugerah parahita ekapraya (APE) dan kota layak anak (KLA), sehingga sudah merupakan kewajiban yang harus terpenuhi bagi pemerintah kabupaten dan kota,” tuturnya.

Pada kesempatan, Kadis DP3A Dalduk KB Sulsel berharap kepada seluruh peserta agar terbangun komitmen bersama dalam penyediaan data terpilah dan informasi gender dan anak.

“Saya berharap para peserta dapat meningkatkan kapasitasnya dalam pengoperasian aplikasi siga, demi mendukung komitmen nasional untuk menghidupkan kembali satu data indonesia dan sistem big data provinsi sulsel,” pungkasnya. (*)