BONE—Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Yudhiawan, mengunjungi Desa Bolli, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, pada Senin (23/12/2024), untuk meninjau lahan produktif sekaligus memulai penanaman bibit jagung. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan ini, Kapolda didampingi sejumlah pejabat Polda Sulsel, termasuk Karo Rena Kombes Pol. Joko Tutukunoto, Karo SDM Kombes Pol. Aris Haryanto, Dirlantas Kombes Pol. Karsiman, dan Kabid Humas Kombes Pol. Didik Supranoto. Hadir pula Penjabat Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Bone.
Kapolda Sulsel mengajak agar sinergi tetap terjalin antara masyarakat, pemerintah, dan kepolisian dalam mewujudkan kemandirian pangan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program ketahanan pangan ini. Program ini tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian lokal, khususnya di Desa Bolli,” ujar Kapolda.
Sebagai bagian dari strategi, Kapolda menginstruksikan para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas untuk memanfaatkan lahan produktif yang dipinjamkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Pabrik Gula Bone. Lahan seluas 64,3 hektar tersebut diharapkan dapat dikelola secara optimal untuk menghasilkan panen jagung yang melimpah dan berkualitas.
“Kami sudah membentuk tim yang akan mendukung pelaksanaan program ini di tingkat desa. Diharapkan, hasil panen nantinya bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada impor pangan,” tambahnya.
Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal, Kapolda menekankan bahwa inisiatif ini juga merupakan langkah nyata Polda Sulsel dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, PTPN, kelompok tani, dan stakeholder lainnya dapat terus berjalan dengan baik.
Penjabat Bupati Bone, Andi Winarno Eka Putra, turut mengapresiasi komitmen Kapolda dan jajaran Polda Sulsel. Menurutnya, inisiatif ini tidak hanya relevan dengan kebutuhan pangan nasional, tetapi juga memberikan dampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Penanaman bibit jagung ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemandirian pangan di Kabupaten Bone. Dengan pengelolaan yang baik, hasilnya diyakini mampu memperkuat perekonomian lokal sekaligus menginspirasi daerah lain untuk melakukan hal serupa. (*)













