PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah Perpanjang Kewajiban Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028 • Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Tokoh Pembangunan dan Konektivitas Daerah • Polisi Gerebek Vila Judi Online di Puncak, 9 Orang Ditangkap dan Rp294 Juta Terendus • SLF Perumahan Bone Disorot, Pengamat Hukum Ingatkan Potensi Sanksi Pidana • Sambut HUT ke-357 Sulsel, RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto Gelar Donor Darah • Gerindra Bone Dihujani Kritik, Mahasiswa Unhas Ingatkan Capaian Politik Ahmad Zaenuddin • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Pemerintah Perpanjang Kewajiban Sertifikasi Halal hingga Oktober 2028 • Gubernur Sulsel Raih Penghargaan Tokoh Pembangunan dan Konektivitas Daerah • Polisi Gerebek Vila Judi Online di Puncak, 9 Orang Ditangkap dan Rp294 Juta Terendus • SLF Perumahan Bone Disorot, Pengamat Hukum Ingatkan Potensi Sanksi Pidana • Sambut HUT ke-357 Sulsel, RSUD Lanto Daeng Pasewang Jeneponto Gelar Donor Darah • Gerindra Bone Dihujani Kritik, Mahasiswa Unhas Ingatkan Capaian Politik Ahmad Zaenuddin •
Bone

Bank Sulselbar publikasikan CSR Ke Bone Tahun 2025 1,1 Tapi faktanya berbeda

180
×

Bank Sulselbar publikasikan CSR Ke Bone Tahun 2025 1,1 Tapi faktanya berbeda

Sebarkan artikel ini
Penyerahan simbolis CSR Bone
Penyerahan secara simbolis bantuan CSR Bank Sulselbar oleh Pimpinan Bank Sulselbar Cabang Bone, A. Muhammad Anas, kepada Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM di halaman Rujab Bupati Bone, beberapa waktu lalu, yang dipublish melalu website resmi Bank Sulselbar, Kamis (3/10/2025) lalu. (Foto:banksulselbar.co.id)

BONE – DPRD Kabupaten Bone mengungkap adanya perbedaan antara nilai bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Sulselbar yang dipublikasikan kepada masyarakat dengan realisasi anggaran yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Bone pada 2025.

Fakta tersebut mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang membahas penggunaan dana CSR Bank Sulselbar. Dalam forum tersebut terungkap bahwa realisasi bantuan CSR yang diberikan kepada Pemkab Bone hanya sebesar Rp843 juta.

Angka tersebut berbeda dengan informasi yang dipublikasikan melalui website resmi Bank Sulselbar. Dalam berita yang tayang pada 9 Oktober 2025, Bank Sulselbar Cabang Bone disebut menyerahkan bantuan CSR senilai Rp1,1 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Bone.

Perbedaan nilai tersebut kemudian menjadi perhatian anggota DPRD Bone karena menimbulkan pertanyaan terkait besaran dana yang sebenarnya direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Kepala Bank Sulselbar Cabang Bone, A. Muhammad Anas, menjelaskan bahwa angka Rp1,1 miliar yang dipublikasikan bukan merupakan nilai realisasi, melainkan nilai usulan awal yang disampaikan sebelum dilakukan evaluasi anggaran.

“Itu sepertinya mengutip bahasa media yang menulis berita waktu itu, Pak,” ujar Anas saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan bahwa usulan bantuan CSR dapat mengalami perubahan setelah melalui proses evaluasi dengan mempertimbangkan kemampuan dan ketersediaan anggaran perusahaan.

“Usulan seperti itu, namun pada saat dilakukan evaluasi dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran, realisasinya bisa berbeda, Pak,” jelasnya.

Dalam RDPU tersebut juga muncul pertanyaan mengenai adanya sisa anggaran CSR sekitar Rp70 juta yang tidak digunakan. Menjawab hal itu, Anas menegaskan dana tersebut tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

“Setahu saya itu tidak ke mana-mana, Pak, karena penarikan anggaran itu sesuai dengan nilai penggunaannya,” katanya.

Meski demikian, perbedaan antara angka yang dipublikasikan dan nilai realisasi yang terungkap dalam forum DPRD memunculkan kebutuhan akan penjelasan yang lebih rinci kepada publik. DPRD menilai transparansi diperlukan agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai besaran dana CSR yang diusulkan, direalisasikan, dan digunakan oleh pemerintah daerah. (45R)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Kirim Komentar

📢 Mohon utamakan adab, etika, dan sopan santun dalam berkomentar. Semua komentar akan melewati proses moderasi sebelum diterbitkan.

Konten dilindungi © Mediasulsel.com