Lepas Patroli Jelang Nataru, Sekprov: Satpol ujung tombak pemerintah
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani memimpin apel pelepasan patroli Mamminasata Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 24 Desember 2020.

MAKASSAR—Didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi sulsel Mujiono, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulsel, Abdul Hayat Gani memimpin apel pelepasan patroli Mamminasata Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang dilaksanakan di Lapangan Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 24 Desember 2020.

Pelepasan patroli secara terpadu dilakukan dalam rangka upaya mendukung pemerintah di wilayah Mamminasata. Patroli terdiri dari Satpol PP Provinsi, Satpol PP Kota Makassar, Satpol PP Kabupaten Gowa, Satpol PP Kabupaten Takalar, dan Satpol PP Kabupaten Maros.

Dalam arahnnya, Abd Hayat Gani mengatakan rasa syukur bahwa kegiatan patroli tetap dilakukan walaupun masih di masa pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah pada malam hari ini tentu kita sama-sama berdoa karena di tengah-tengah pandemi ini, kita masih sehat dalam melaksanakan tugas sebagai pamong, sebagai praja yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada masyarakat,” ucap Abdul Hayat.

Kehadiran satpol PP empat kabupaten untuk memberikan pengayoman dan melindungi social security untuk memberikan ketenangan, ketentraman kepada masyarakat.

Abdul Hayat menjelaskan, sebagai ujung tombak Pemerintahan, Satpol PP harus mengetahui fungsi dan tugasnya. Jelasnya, selain menegakkan Perda sekarang terdapat Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2020 Tentang Pengendalian Covid-19.

Lebih lanjut, Abd Hayat menyampaikan, dalam menjalankan tugas mengawal pengendalian dan penegakan peraturan daerah juga mengedepankan pendekatan yang baik.

“Kita menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat bukan membuat gaduh tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

Ditengah arahannya, penekanan lainnya, dalam proses edukasi dimulai dengan sosialisasi. Dalam sosialisasi proses-proses interaksi yang sarat dengan pertimbangan psychologist, psikologi, sosiologi dan antropologis dilakukan. Semua aspek harus digabungkan untuk mencari tahu dan mencari pemecahan masalah yang ada.

“Kedua, kehadiran kita ini, anda boleh lelah dalam tugas tapi jangan menyerah. Kemudian, siapa saja orang boleh stres, tapi jangan frustasi. Jangan ketika kehidupan memberikan seribu alasan untuk menangis, katakan bahwa masih ada sejuta harapan untuk tersenyum. Karena itu jangan menunggu bahagia untuk tersenyum, tapi tersenyumlah menyambut kebahagiaan,” pungkas Abdul Hayat yang disambut tepuk tangan para peserta. (*)

Lepas Patroli Jelang Nataru, Sekprov: Satpol ujung tombak pemerintah
Kabid Trantib Satpol PP Sulsel, Sultan Rakib Bersama Aparat Kepolisan Memantau Malam Nataru