OPINI—Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang istimewa bagi masyarakat. Apalagi kalau bukan karena antusias untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Saking spesialnya, banyak masyarakat Indonesia yang punya tradisi yang unik dan seru.
Sebagai tradisi menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI), masyarakat biasanya mengadakan berbagai perlombaan, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun perkantoran. Momen seru ini merupakan saat di mana tidak hanya anak-anak, namun remaja dan orangtua pun tak kalah semangat untuk menyemarakkan perayaan ini.
Perlombaan menjelang HUT kemerdekaan di mulai tahun 1950, “Bahkan Bung Karno kala itu mendukung kegiatan-kegiatan hiburan rakyat seperti perlombaan-perlombaan ini,” kata Fadly Rahman, sejarawan dan penulis buku Jejak Rasa Nusantara: Sejarah Makanan Indonesia, seperti ditulis dalam Detikcom.
Merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia, tentu saja salah satu tujuan dari kebanyakan warga yang berpartisipasi dalam lomba adalah mengincar hadiah yang disediakan panitia.
Namun di balik itu semua, sebenarnya lomba ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antar warga, memberikan kesempatan berinteraksi sosial antar warga, tertawa dan bersenang-senang bersama. Bahkan bisa jadi tempat atau sebagai ajang mencari jodoh, bahkan mengajarkan semangat kerja keras, pantang menyerah dan Gotong Royong serta tak kalah penting adalah mendorong semangat masyarakat agar mengingat perjuangan para pahlawan bangsa merebut kemerdekaan.
Namun saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, Mendagri tidak memperkenankan warga, merayakan HUT ke-76 RI pada 17 Agustus nanti dengan mengadakan lomba-lomba, yang berpotensi menimbulkan kerumunan yang ramai-ramai, yang berpotensi untuk terjadi penularan.
Hal yang sama juga sampaikan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito juga telah meminta masyarakat tak menggelar kegiatan yang memicu kerumunan (Kompas.com).
Karena itulah Kemendikbud melakukan beberapa terobosan dalam memunculkan kreativitas serta menumbuhkan jiwa nasionalisme, cinta tanah air, dan persatuan serta kesatuan dalam situasi darurat pandemi, yaitu lomba membuat artikel atau video mengajar dengan tema Kebhinekaan yang dilakukan secara daring dan berlaku umum dapat diikuti oleh semua orang (Kemdikbudristek, 26 Juli 2021).
Sekalipun ini nampak tidak semeriah lomba tersebut di atas, karena dilakukan secara daring, tetapi paling tidak ini merupakan upaya pemerintah untuk memupuk jiwa persatuan dan jiwa nasionalisme di tengah situasi seperti sekarang yang berpotensi menimbulkan pertentangan dan perpecahan karena kesulitan hidup dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. (*)
Penulis: Sudhiarti, SPd (Guru SMAN 1 Palopo, Sulsel)
***













