Harmonisasi Peran Negara
Dari carut marutnya kebijakan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat agar terjangkau dan mudah didapat, maka terlihat bahwa yang terlupakan saat ini adalah harmonisasi peran negara.
Negara ini telah kehilangan manifesto akan peran dan keberadaannya. Menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia seolah hanya lipservice yang keluar pada masa-masa kampanye saja.
Inilah determinasi dari implementasi sistem Kapitalisme di negeri ini. Sistem yang substansinya adalah materi, untung dan rugi.
Sehingga pemerintah dalam negara yang menganut sistem kapitalisme, akan memainkan peran transaksional, yaitu seperti pedagang dan pembeli.
Pedagang tentu tidak ingin mengalami kerugian dalam bisnisnya, makan salah satu cara yang digunakan untuk menekan cost adalah menaikkan harga pada barang yang menjadi kebutuhan pembeli.
Inilah yang terjadi, dimana rakyat sudah kesulitan beradaptasi dengan kenaikan berbagai kebutuhan pokok sejak Januari lalu, ternyata pemerintah terus melakukan skema kenaikan harga yang entah sampai kapan akan berhenti.
Belum lagi, naiknya berbagai harga kebutuhan tidak dibarengi dengan naiknya upah pekerja. Lalu bagaimana masyarakat mampu bertahan di tengah naiknya berbagai kebutuhan?













