Beranda » Makassar » Demi Pacu Ekonomi Masyarakat, Diskop Gelar Lomba UKM se Makassar
Demi Pacu Ekonomi Masyarakat, Diskop Gelar Lomba UKM se Makassar
Kepala Bidang Pembiayaan Simpan Pinjam Dinas Koperasi & UKM Kota Makassar, H Idris foto bersama dengan Tim Penilai di sela sela acara kegiatan penilaian UKM.
Biro Humas Pemkot Makassar Makassar

Demi Pacu Ekonomi Masyarakat, Diskop Gelar Lomba UKM se Makassar

MAKASSAR – Dalam rangka pemberdayaan Usaha Mikro Kecil (UKM) di kota Makassar, Dinas Koperasi dan UKM menggelar lomba UKM tingkat kecamatan se-kota Makassar dihelat mulai 14-16 Agustus 2019.

Lomba ini menjadi perwujudan dari komitmen pemerintah Kota Makassar untuk meningkatkan peran UKM sekaligus menggali potensi ekonomi masyarakat melalui kreatifitas yang dapat menghasilkan nilai ekonomi keluarga.

Penilain lomba UKM dilakukan di 15 kecamatan yang ada di kota Makassar, yakni kecamatan Panakkukang, Manggala, Ujung Pandang, Rappocini, Ujung Tanah, Biringkanaya, Tamalanrea, Mariso, Makassar, Wajo, Mamajang, Tallo, Tamalate, dan kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

UKM merupakan upaya pemerintah dalam mengaktifkan daya dan kreatifitas masyarakat untuk menciptakan lapangan usaha dan lapangan kerja yang tentunya dapat membawa pengaruh positif selain ekonomi juga dapat menekan jumlah pengangguran yang ada di kota makassar.

Lomba ini juga merupakan salah satu cara untuk memotivasi para pelaku ukm di tingkat kecamatan se- kota Makassar untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam menciptakan usaha yang mumpuni yang didukung dengan strategi penjualan melalui pendampingan dan binaan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar .

Peserta dari lomba UKM merupakan kegiatan usaha terbaik yang dipilih dari tingkat kelurahan kemudin mewakili tingkat kecamatan, dengan melibatkan tim penilai dari unsur Akademisi, Praktisi, Konsultan, Penggiat dan Pemerhati UKM serta Dinas Koperasi dan UKM kota Makassar.

Dalam siaran medianya Kabid Pembiayan Simpan Pimjan Dinas Koperasi Makassar Idris menjelaskan lomba ukm merupakan kegiatan tahunan yang menjadi program kerja yang diharapkan mampu meningkatkan inovasi para pelaku ukm yang ada.

Lomba UKM menampilkan hasil karya berupa produk kuliner dan kerajinan. Kuliner diantaranya produk makanan olahan, es krim yang terbuat dari sayuran, dan masih banyak lagi, sementara produk kerajinan diantaranya tenun batik lontara, cendramata, perhiasan dan masih banyak lagi.

Salah satu peserta lomba UKM dari kecamatan Biringkanaya yakni Elsa menunjukkan hasil kerajinannya, berbahan dasar enceng gondok mampu menarik perhatian banyak pihak lantaran produk kerajinanya memiliki kualitas yang tinggi dan rapi.

“Saat ini sudah mendapat pesanan dari salah satu hotel di Makassar untuk pembuatan sandal rajutan dari bahan enceng gondok sebanyak 1000 sendal, dan dengan adanya lomba UKM ini dirinya semakin tertantang untuk menghadirkan produk kerajinan berdaya saing tinggi,” ujar Elsa.

Tim Penilai melakukan diskusi dengan pelaku UKM

Sementara itu salah satu Tim penilai lomba, Tedi Hendratno MSi yang juga founder Indnesian PR Consulting menyampaikan, aspek penilaian yang akan menjadi sorotannya adalah kreativitas para pelaku UKM dalam mengemas produk.

“Selain itu juga dalam strategi pemasaran produk dan bagaimana usaha yang dilakukan dapat menjadi instrument untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” papar Tedi.

Hal ini penting karena UKM dianggap perkembangan atau berhasil jika produk yang dihasilkan berkualitas dan disukai konsumen terlebih dapat memberikan lapangan kerja baru bagi mereka yang memiliki daya kreativitas, pungkasnya. (*)