OPINI—Palestina, bagian dari negeri Syam yang diberkahi, kini menjadi saksi penderitaan tiada henti. Konflik berkepanjangan, khususnya penjajahan Zionis Israel, telah mengorbankan ribuan jiwa tak berdosa.
Hingga hari ini, darah anak-anak Palestina terus mengalir, dan dunia tampak tak berdaya untuk menghentikan kekejian ini.
Penjajahan Zionis menyebabkan korban jiwa yang tak terhitung, termasuk anak-anak dan pelajar. Infrastruktur pendidikan hancur, para guru terbunuh, dan sarana belajar menjadi tidak layak.
Fakta Kekejaman Zionis
Sejak serangan brutal 7 Oktober 2023, laporan Kementerian Pendidikan Palestina menunjukkan tragedi kemanusiaan yang luar biasa. Hingga akhir Oktober 2024, lebih dari 11.825 pelajar tewas, ribuan lainnya terluka. Korban tak hanya berasal dari Gaza, tetapi juga Tepi Barat. Guru, mahasiswa, dan infrastruktur pendidikan ikut menjadi sasaran, menyebabkan pendidikan di Palestina hancur lebur.
Anak-anak yang seharusnya belajar dan bermain kini hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Gedung sekolah luluh lantak, guru-guru gugur sebagai syuhada, dan ribuan anak Palestina kehilangan hak atas pendidikan. Namun, di tengah keterbatasan dan penindasan, akidah mereka tetap kokoh. Mereka terus bertahan, berharap keadilan dan kemenangan dari Allah.
Perpecahan Kaum Muslimin, Akar Masalah
Tragedi Palestina mencerminkan masalah yang lebih besar: perpecahan umat Islam. Sistem sekuler dan nasionalisme yang mengakar kuat telah memisahkan kaum Muslim ke dalam negara-negara kecil. Tiap negara memiliki kepentingan sempit, yang seringkali tunduk pada tekanan negara adidaya seperti Amerika Serikat.
Bantuan logistik dan kecaman internasional terbukti tidak mampu mengakhiri penjajahan. Sebaliknya, dukungan tanpa syarat Amerika terhadap Zionis Israel semakin memperkuat posisi mereka. Ironisnya, negara-negara Arab yang seharusnya menjadi pelindung Palestina justru lebih memilih sikap pasif.
Turki dan Mesir, misalnya, seringkali menjadi penghalang penyelesaian konflik. Perbatasan ditutup, bantuan dibatasi, bahkan warga yang berani menyuarakan pembelaan terhadap Palestina kerap ditindas. Hal ini mencerminkan pengkhianatan terhadap ukhuwah Islamiyah dan lemahnya solidaritas Muslim dunia.
Islam, Satu-Satunya Solusi
Sejarah menunjukkan bahwa hanya Islam yang mampu menyelesaikan persoalan Palestina. Islam menawarkan solusi yang menyeluruh melalui institusi Khilafah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sungguh Imam (Khalifah) itu adalah perisai (pelindung umat).” (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Khalifah adalah pemimpin umat yang bertanggung jawab melindungi kaum Muslim dari penindasan, termasuk mengusir penjajah dari tanah Islam. Rasulullah SAW sendiri memberikan contoh ketika beliau memimpin Madinah, mengusir kaum Yahudi yang berkhianat, sesuai perintah Allah dalam Al-Qur’an (QS Al-Baqarah: 191).
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ
“Perangilah mereka oleh kalian di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian”.
Tanpa adanya perisai ini, umat Islam akan terus terpecah dan menjadi mangsa empuk bagi kekuatan asing. Mobilisasi militer oleh negara-negara Muslim untuk berjihad melawan Zionis menjadi langkah konkret yang seharusnya dilakukan. Namun, hal ini hanya mungkin terwujud jika umat Islam menyadari pentingnya kembali kepada syariat Islam dan menegakkan Khilafah.
Kebutuhan Akan Kesadaran Kolektif
Krisis Palestina adalah ujian besar bagi umat Islam. Dibutuhkan kesadaran kolektif bahwa solusi hakiki hanya terletak pada Islam. Nasionalisme, demokrasi, dan sekulerisme terbukti gagal melindungi umat. Karena itu, langkah pertama adalah membangun kesadaran umat akan pentingnya persatuan di bawah naungan Khilafah.
Umat Islam harus bergerak bersama, mendorong pemimpin Muslim untuk berhenti berkompromi dengan kekuatan Barat, dan menyerukan mobilisasi jihad sebagai solusi nyata. Palestina tidak hanya membutuhkan kecaman atau bantuan logistik, tetapi perlindungan sejati dari sebuah kepemimpinan Islam global.
Palestina adalah tanggung jawab kita bersama. Sebagai umat Islam, kita tidak boleh berpangku tangan. Solusi untuk membebaskan Palestina dari penjajahan terletak pada kembalinya sistem Islam dalam kehidupan. Hanya dengan Khilafah, umat Islam dapat melindungi saudara-saudara kita di Palestina dan membawa keadilan bagi mereka yang telah lama terdzalimi.
Semoga perjuangan ini mendapat pertolongan Allah SWT, dan Palestina kembali menjadi tanah damai di bawah naungan Islam. (*)
Wallahualam Bissawab
Penulis: Anggun Sunarti, SH
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













