PANGKEP, – Gerakan menuju 100 Smart City 2019 merupakan program yang ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam ekosistem Smart City, gerakan di maksud akan diselenggarakan secara bertahap dan di harapkan pada tahun 2019 ada 100 kota/kabupaten yang dapat di jadikan teladan (role model) dalam mengimplementasikan Program Smart City.
Program tersebut sejalan dengan peraturan menteri komunikasi dan informatika No. 14 Tahun 2016, tentang Pedoman Nomenklatur Perangkat Daerah Bidang Komunikasi dan Informatika, salah satu fungsi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bidang Komunikasi dan Informatika yaitu menyelenggarakan Sistem Informasi Smart City.
“Dalam program tersebut, kementerian Kominfo bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kemenkeu, Kemenko Perekonomian, Kementerian PPN, PUPR, PAN dan RB, Kantor staffnya Presiden dan Kompas Gramedia menyelenggarakan program gerakan menuju 100 smart city,”Kata Kasih Tatah Kelola E-Government, Syamsul Bahri, S.kom. Jumat (22/2/2019).
Melalui gerakan ini, pemerintah kota dan kabupaten akan mendapatkan bimbingan dari tim ahli yang dibentuk Pemerintah Pusat yang akan membantu meletakkan aspek-aspek fundamental dalam pengembangan smart city.
Plt. Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Bambang Dwi Anggono, akan melakukan penilaian (assessment) untuk memilih kota/kabupaten yang akan mengikuti program tersebut.
“Tahun ini untuk Provinsi Sulawesi Selatan di ikuti oleh 4 Kota/Kabupaten yaitu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Bone, Gowa, dan kabupaten Wajo,”jelasnya.
Pelaksanaan program gerakan menuju 100 Smart City 2019. Tahun ini telah memasuki tahap 3. [SHR]













