Pasca pelemparan Mobil Dishub, Muh Arafah Minta Kepolisian Tangkap Pelakunya
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku pelemparan kendaraan Dinas Perhubungan provinsi Sulsel yang sementara bertugas.

MAKASSAR—Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku pelemparan kendaraan Dinas Perhubungan provinsi Sulsel yang sementara bertugas.

“Jadi kemarin itu setelah kejadian langsung dilapor ke Polsek Biringkananya, tidak boleh ada kejadian seperti ini, apalagi jajaran Dinas Perhubungan Sulsel sedang melaksanakan tugas,” ungkapnya kepada mediasulsel.com, Selasa (28/4/2021).

Ia juga menyayangkan adanya kejadian ini, padahal telah dilakukan rapat bersama semua pihak terkait.

“Kita sudah pernah rapat bersama semua pihak terkait termasuk dinas sosial provinsi sulsel, untuk minta disiapkan tempat penampungan bagi mereka yang berhasil diamankan. Namun tidak berjalan baik, sehingga kita pikirkan lagi secara terpadu untuk mencari solusinya,” tuturnya.

Lebih jauh Muhammad Arafah mengatakan, akibat kejadian ini petugas dinas perhubungan sulsel mengalami trauma.

“Yang didalam mobil ada petugas dinas perhubungan sulsel yang merupakan seorang ibu, pastilah dia trauma atas kejadian ini, dan untuk sementara tim edukasi tidak turun, sementara petugas dilapangan lainnya tetap menjalankan tanggung jawabnya seperti biasa,” pungkasnya.

Kadishub Sulsel: Larangan Mudik Lebaran masih menunggu Juknis dari Kemenhub
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muhammad Arafah (kanan), bersama Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sulsel, Abdul Azis Bennu (kiri).

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sulsel, Abdul Azis Bennu menambahkan, pengatur lalu lintas atau pak ogah yang menyerang aparat dilapangan harus ditangkap untuk mendapatkan efek jera.

“Yang jelas kami minta polisi mengusut tuntas karena menyerang aparat dilapangan yang sedang tugas, supaya “pak ogah” diberi efek jera dan kita bersama-sama aparat kepolisian khususnya satlantas membersihkan pengatur lalu lintas ilegal itu,”   tegasnya.

Ia menjelaskan, saat itu tim edukasi yang selama ini turun dilapangan selama bulan ramadhan untuk mengurangi kemacetan dan memberikan edukasi ke masyarakat langsung dilempari batu mobil dinas yang dikendarainya.

“Kita minta bantuan polisi, karena ini kriminal tingkat tinggi. Anggota tim edukasi ini turun dilapangan selama ramadhan untuk mengurai kemacetan dan edukasi masyarakat baik terkait prokes, parkir liar, termasuk pak ogah Dan pada saat dijalan katulistiwa terjadi kemacetan sehingga petugas turun dari kendaraan,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah kemacetan terurai, petugas dishub sulsel kemudian naik ke mobil untuk kembali patroli, tapi mungkin pak ogah yang tidak merasa nyaman atas kehadiran tim langsung melempari dengan batu,” tuturnya.

Abdul Azis Bennu menambahkan, akibat kejadian ini kaca samping kiri mobil patroli Dinas Perhubungan Sulsel pecah.

“Kaca samping kiri pecah dan sementara ada penumpang, beruntung percikan kacanya tidak berhamburan karena dilapisi riben, dan penumpangnya berhasil menghindar,” tambahnya.

“Petugas sempat mengejar pelaku yang berjumlah tiga orang, tapi berhasil melarikan diri,” tutupnya. (*)