MAKASSAR—Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kota di Sulsel mengapresiasi gelaran Lomba Desa Ketahanan Pangan yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bulukumba, Muh. Thaiyeb Maningkasi yang mendampingi kepala desanya mengikuti pemaparan dan penilaian lomba desa Ketahanan Pangan berharap agar lomba ini bisa terus berlanjut.
“Untuk Kabupaten Bulukumba diwakili oleh Desa Lonrong, Kecamatan Ujungloe dari 109 desa yang ada di Bulukumba.Salah satu yang jadi unggulan adalah Rice Milling Unit (RMU). RMU ini bisa memproduksi 10 ton beras sekali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Lonrong, Fahri Jalil berharap agar program ini bisa berkelanjutan. “Program ini jadi motivasi untuk bagaimana memperkuat ketahanan pangan kita,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Andi Muhammad Arsjad menyatakan proses persiapan lomba desa ketahanan pangan ini berlangsung kurang lebih satu bulan.
Diawali dengan seleksi administrasi dalam bentuk profil. Dinas Ketapang Sulsel telah menyurati 24 Kabupaten/Kota untuk mengutus satu sampai dua desa perwakilan.
Ada 18 desa dari 14 Kabupaten/Kota yang mengikuti. Selanjutnya 10 besar itu mengikuti ekspos. Disinilah akan ditentukan yang terbaik untuk tiga besar.
“Alhamdulillah sampai hari ini, di hari yang kedua, seperti yang kita saksikan bersama makin ramai. Persiapannya juga makin baik. Kita lihat sendiri bahwa video tayangnya juga sangat baik. Kemudian pemaparan dari kepala desa juga sangat baik, substantif,” kata Arsjad.
Tidak hanya berbicara mengenai tiga pilar ketahanan pangan tapi juga berbicara terkait regulasinya, bagaimana partisipasi masyarakat, dan tidak kalah pentingnya adalah desa menghadirkan langsung produk lokalnya.
“Dari lomba ketahanan pangan ini kita jadi tahu bahwa Sulsel ternyata sangat kaya. Dengan aneka pangan lokal kita termasuk olahannya” tutur Mantan Pj Sekda Sulsel ini.
Hal ini kata dia menjadi potensi besar yang perlu dipikirkan bagaimana pengembangan dan peningkatan kualitasnya ke depan.
Ke depannya, Dinas Ketahanan Pangan Sulsel berharap agar Dinas Ketahanan Pangan masing-masing kabupaten/kota melakukan pembinaan.
“Bagi desa yang telah dinyatakan sebagai pemenang tentu akan dilakukan pembinaan, mempersiapkan bagaimana desa itu bisa menjadi prototipe Desa Ketahanan Pangan. Jadi disana sudah jadi ketahanan pangan, peternakan, perkebunan, perikanan, perindag untuk pengelolaannya sampai kepada pemasarannya. Jadi kita ingin membangun desa yang tahan pangan,” tuturnya. (*/4dv)














