MEDIASULSEL.com,- Pemimpin itu hadir untuk melayani rakyat, bukan membodohi rakyat. Demikian diucapkan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sulsel, H. Syaharuddin Alrif, SIP, ketika diminta tanggapannya melalui sambungan telepon, Minggu (2/4/17) terkait banyaknya pencitraan yang dilakukan oleh sejumlah pemimpin.
Syahar yang belakangan aktif menggiatkan program Nasdem Peduli di Sulsel, untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, mengaku merasa geli dengan tingkah polah para pemimpin yang seolah-olah berperan dalam sinetron menjadi orang miskin, seperti dengan mengayuh becak, datang ke sebuah acara dengan naik pete-pete (angkot) dan lain sebagainya.
“Masyarakat itu membutuhkan karya nyata, bukan tontonan yang tidak bermutu seperti itu, kalau Nasdem Sulsel menyiapkan ambulan dari mobil alphard, itu bukan pencitraan, tapi sebuah kerja nyata yang ikhlas bagi rakyat, agar rakyat merasa lebih dihargai, bukan diberikan tontonan yang seolah-olah,” tegas Syahar, yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Sulsel.
Lebih lanjut Syahar berharap, agar kiranya seluruh elit, untuk bekerja sesuai kemampuannya masing-masing, tidak usah saling siku, saling menjatuhkan dan saling sindir, karena pada ujungnya masyarakatlah yang menilai.
“Marilah kita masing-masing bekerja untuk rakyat sesuai kemampuan masing-masing, tidak usah saling siku, saling sindir, bahkan saling menjatuhkan, karena pada akhirnya masyarakat juga yang menilai. Jangan juga manampakkan rasa sirik secara terbuka, karena masyarakat awam tahu, Sirik itu tanda tak mampu,” ungkap Syahar.
Lebih lanjut Syahar mengajak membuktikan siapa yang lebih dicintai rakyat Sulsel, menurutnya event demokrasi seperti Pemilihan Bupati/ Walikota, Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Legislatif adalah sarana yang tepat untuk membuktikan, siapa yang bekerja nyata dan siapa yang berpura-pura bekerja.
“Nasdem sudah membuktikan, Pilkada Takalar adalah bukti yang jelas bagaimana Nasdem dicintai rakyat Takalar,” pungkas Syahar. (464Ys)













