MAKASSAR—Pemerintah Kota Makassar mengalokasikan anggaran untuk mensukseskan pesta demokrasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota Makassar tahun 2024 mencapai Rp117 miliar, untuk dana hibah kepada KPU, Bawaslu dan biaya pengamanan.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar Amrun Mandasini, Selasa (1/5/2024), menjelaskan secara terinci pengalokasian dana tersebut adalah dana hibah KPU sebesar Rp 64,1 miliar dan untuk Bawaslu sebesar Rp 18,4 miliar.
Sedangkan dana pengamanan di Polrestabes Makassar sebesar Rp21 miliar dan Kodim mendapat kucuran dana pengamanan sebesar Rp 6 miliar.
“Rata-rata 40 persen anggaran pilkada serentak telah kami disalurkan baik untuk KPU dan Bawaslu pun telah disalurkan sebanyak 40 persen sejak tahun 2023 lalu,” terang Amrun.
Menurut Amrun sementara ini pihaknya tengah memproses untuk tahap II nya, dan menargetkan penyaluran dana hibah tahap II, akan dilakukan sebelum tahapan pilwalkot Makassar berlangsung.
Sebelumnya lanjut Amrun, Pemerintah Kota Makassar melalui Badan Kesbangpol telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar untuk dana hibah politik tahun ini.
“Anggaran parpol yang semula Rp 1800 per suara, disepakati naik menjadi Rp 5000 per suara. Berdasarkan hitungan tersebut, dana bantuan hibah untuk mengalami kenaikan yang cukup signifikan sebesar 278 persen,” ungkap Amrun.
Amrun menjelaskan, pengalokasian anggaran kenaikan dana hibah mengacu pada jumlah perolehan suara masing-masing partai dari pemilihan legislatif 2019. Sehingga setiap partai politik mendapatkan bantuan yang beragam, sesuai dengan perolehan suara masing-masing partai. (*/4dv)













