Beranda » Kesehatan » Pepsodent Ajak Warga Makassar Wujudkan “Indonesia Bebas Gigi Berlubang”
Pepsodent Ajak Warga Makassar Wujudkan “Indonesia Bebas Gigi Berlubang”
Peresmian BKGN 2019 di Makassar diawali dengan sambutan Direktur RSGM Unhas drg. Andi Tajrin, M.Kes, Sp.BM. Wakil Rektor I Universitas Hasanudin Prof. Dr.Ir. Muh. Restu, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. Dekan FKG Unhas drg. M. Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM. juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan Dr. A. Bactiar Baso, M.Kes.
Kesehatan

Pepsodent Ajak Warga Makassar Wujudkan “Indonesia Bebas Gigi Berlubang”

MAKASSAR – Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan PT Unilever Indonesia Tbk. melalui brand Pepsodent berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) serta Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) kembali menggelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) digelar di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Kandea, Jumat (13/9/2019).

Merayakan kesuksesan 10 tahun BKGN, Pepsodent menginisiasi gerakan “Indonesia Tersenyum” yang mengajak semua orang, khususnya masyarakat kota Makassar dan sekitarnya menjadi “Pahlawan Senyum” guna mewujudkan Indonesia bebas gigi berlubang.

Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc, Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia.

Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc, menuturkan, Gigi berlubang masih menjadi masalah besar di Indonesia.

“Buktinya hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 88,8% masyarakat Indonesia memiliki masalah gigi berlubang. Bahkan permasalahan ini juga dialami oleh 92,6% anak Indonesia berumur 5 tahun,” terang Drg, Ratu Mirah.

Kata Mirah, kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan, mengingat gigi susu sangat memengaruhi kondisi dan struktur gigi permanen di masa mendatang. Melihat masih dibutuhkannya edukasi berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara konsisten.

“Di BKGN tahun ini Pepsodent memulai gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ untuk membebaskan senyum keluarga Indonesia dari gigi berlubang. Dalam gerakan ini, tentunya kami merangkul kontribusi dari seluruh masyarakat Indonesia,” lanjut drg. Mirah.

drg. M. Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM, Dekan FKG Unhas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin (FKG Unhas), Drg. M. Ruslin, M.Kes, Ph.D, Sp.BM (K) memaparkan, kebiasaan masyarakat Indonesia dalam merawat kesehatan gigi dan mulut merupakan tanggung jawab bersama yang masih perlu dibenahi.

“Khusus di wilayah Sulawesi Selatan, Riskesdas 2018 menunjukkan baru 8,8 persen masyarakat menyikat gigi pada waktu yang tepat yaitu dua kali sehari -setelah sarapan dan sebelum tidur,” papar Drg. Ruslin.

Meski masih tergolong rendah, kata Ruslin, angka ini adalah yang tertinggi secara nasional. Selain itu, ternyata 95,5 persen masyarakat Sulawesi Selatan tidak pernah berkunjung ke tenaga medis gigi.

“Dengan demikian, BKGN 2019 Makassar menjadi momen tepat bagi masyarakat untuk memulai kebiasaan baik merawat kesehatan gigi dan mulut,” ucapnya.

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut dalam BKGN 2019 Makassar dilakukan sesuai standar kedokteran gigi dan dilakukan oleh para dokter gigi dari RSGM FKG Unhas di Kandea dibantu para mahasiswa/i FKG Unhas. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 13-15 September 2019.

Di kota pertama penyelenggaraan BKGN 2019 ini, mulai 13-15 September 2019, para dokter gigi berpengalaman di RSGM Kandea bersama mahasiswa FKG Unhas siap memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, edukasi menyikat gigi pada waktu yang tepat, serta anjuran untuk membiasakan berkunjung ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Sebagai kilas balik, selama sembilan tahun BGKN telah memberi manfaat kepada 250.000 masyarakat Indonesia.

Berkat kolaborasi Pepsodent dengan lebih dari 100 PDGI Cabang dan 23 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) di seluruh Indonesia, 14.250 dokter gigi dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi juga ikut terlibat di sepanjang pelaksanaan BKGN.

Mirah menambahkan, dalam mendukung gerakan ‘Indonesia Tersenyum’ yang salah satunya dilaksanakan melalui BKGN 2019. Pepsodent percaya bahwa setiap orang dapat menjadi ‘Pahlawan Senyum’ dengan caranya masing-masing.

“Mulai dari tenaga medis gigi, mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi, orang tua, guru di sekolah, bahkan anak-anak memiliki peran penting untuk melindungi senyum keluarga Indonesia, kapanpun dan dimanapun,” tambah Mirah.

Putri Khairunnisa, Mahasiswi FKG Unhas.

Dikesempatan ini, salah satu mahasiswi FKG Unhas, Putri Khairunnisa aktif mengikuti berbagai kompetisi karya ilmiah dan berbagai kegiatan fakultas.

Termasuk program “One Student Saves One Family (OSSOF)” yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut keluarga prasejahtera di kelurahan Layang.

“Saya beserta tim yang didampingi dosen pembina berkesempatan membantu sejumlah keluarga. Kami turun langsung ke lapangan untuk memeriksa, memberikan pelayanan dan edukasi mengenai kesehatan gigi dan mulut,” cerita Putri.

Salah satu anak dari keluarga yang ia bina memiliki kondisi gigi berlubang yang sangat parah sehingga harus menjalani perawatan intensif.

Setelah berhasil diatasi, lanjut Putri, kini ia jadi lebih ceria, tidak mudah sakit, lebih fokus mengikuti kegiatan sekolah.

“Dan yang terpenting ia jadi turut berkontribusi menjadi ‘Pahlawan Senyum’ dengan mengingatkan teman-teman sebayanya untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut agar terhindar dari kondisi yang pernah dialaminya.”

Digelar di 24 Fakultas Kedokteran Gigi dan 40 cabang PDGI di berbagai wilayah Indonesia hingga Desember mendatang, BKGN 2019 memiliki target menjangkau 64.000 orang.

“Kami ajak masyarakat Makassar untuk berpartisipasi sehingga kita dapat bersama-sama membuat ‘Indonesia Tersenyum’ dengan lebih sehat,” pungas drg. Ratu Mirah. (shar)