Plt Kadiskop Sulsel: Agar produk UMKM memiliki nilai, diperlukan standar yang sama

Plt Kadiskop Sulsel: Agar produk UMKM memiliki nilai, diperlukan standar yang sama
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kadiskop UKM) Sulsel, Dra. Hj. Sukarniaty Kondolele, MM saat membuka kegiatan Kurasi Produk Unggulan UMKM Angkatan I dan ll Tahun Anggaran 2022 di Hotel Grand Palace, Rabu (9 /11).

MAKASSAR—Dalam mengolah produk UMKM agar memiliki sebuah nilai, diperlukan standar yang sama satu dengan yang lainnya. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kadiskop UKM) Sulsel, Dra. Hj. Sukarniaty Kondolele, MM saat membuka kegiatan Kurasi Produk Unggulan UMKM Angkatan I dan ll Tahun Anggaran 2022 di Hotel Grand Palace, Rabu (9/11).

“Selain itu, salah satu cara menentukan kualitas produk UMKM dilakukan melakukan proses kurasi produk. Kurasi Produk UMKM merupakan proses untuk menjaga nilai serta mengelola produk UMKM untuk dapat dikembangkan atau dilestarikan dikemudian hari,” terangnya.

Dalam mengolah produk UMKM agar memiliki sebuah nilai, diperlukan sebuah standar yang sama satu dengan yang lainnya. Kualitas produk merupakan penggerak kepuasan pelanggan yang pertama dan kualitas produk ini adalah dimensi yang global. “Hal ini penting dalam menentukan pemilihan suatu produk oleh konsumen,” kata Sukarniaty.

Lanjut Kadis Dukcapil Sulsel ini, produk yang ditawarkan haruslah suatu produk yang benar-benar teruji dengan baik mengenai kualitasnya.

“Karena bagi konsumen yang diutamakan adalah kualitas dari produk itu sendiri. Konsumen akan lebih menyukai dan memilih produk yang mempunyai kualitas lebih baik bila dibandingkan dengan produk lain sejenis yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya,” sebutnya.

Banyak permasalahan kualitas produk dan kemasan dari usaha skala UMKM di pasar, sehingga sangat perlu adanya tahapan kurasi dari pihak-pihak terkait terutama dari para penggiat UMKM.

Berita Lainnya

“Banyak produk UMKM yang sudah bagus dan memiliki legalitas, tetapi tidak sedikit produk UMKM yang belum di level tersebut. Hal yang sering terjadi adalah pada produk pangan, karena memang produk pangan ini menguasai lebih dari 70% usaha skala UMKM,” terangnya.

Lihat Juga:  Mendagri Terbitkan Aturan Dokumen Kependudukan, Atur Jumlah 60 Huruf dan Kata

Untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen dan keberlangsungan usaha dari produsen sendiri, maka UMKM produsen perlu mendapatkan pembinaan dan kurasi produk sebelum produk mereka meluncur di pasaran.

Tujuannya adalah untuk pengecekan kualitas dan sekaligus solusi-solusi peningkatan kualitas produk jika dibutuhkan, termasuk kualitas kemasan produk yang lebih menarik dan tetap menjaga fungsi kemasan tersebut.

“Pada akhirnya, kami mengucapkan selamat atas Kegiatan Kurasi Produk Unggulan UMKM ini. Semoga kurasi produk UMKM produsen mendapatkan pembinaan dan kurasi produk yang layak sebelum produk mereka meluncur di pasaran yang akan menjadi suatu pemecahan masalah bagi UMKM untuk bertahan tetap hidup dan membantu perekonomian Indonesia pada era pandemi menuju endemi saat ini,” pungkasnya. (*)

Kegiatan Kurasi Produk Unggulan UMKM
Peserta kegiatan Kurasi Produk Unggulan UMKM Angkatan I dan ll Tahun Anggaran 2022 di Hotel Grand Palace, Rabu (9/11).

Berita terkait