PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • Tinggalkan Cara Lama, Begini Modernnya Siswa SMPN 12 Makassar Ikut Kompetisi Belajarku • Appi Dijadwalkan Terima KTA Demokrat Hari Ini, Dua Hari Usai Tinggalkan Golkar • 40 Peserta Ikuti Pemagangan Nasional di Yogyakarta, Ini Kata Menaker • Lapas Mewah, Hukum yang Tak Lagi Setara • Distribusi LPG 3 Kg di Bone Dipertanyakan, Agen Diduga Pasok Kios hingga Penginputan NIK Berbayar • Rembuk Pendidikan Makassar Bahas Tantangan Sekolah di Tengah Perubahan Teknologi •
Nasional

Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan MoU Pembangunan 1 Juta Hunian, Kerjasama Indonesia-Qatar

446
×

Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan MoU Pembangunan 1 Juta Hunian, Kerjasama Indonesia-Qatar

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Saksikan Penandatanganan MoU Pembangunan 1 Juta Hunian, Kerjasama Indonesia-Qatar
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatangan nota kesepahaman Pengembangan Proyek Hunian 1 Juta Unit antara Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Investor Perumahan (SHK) Kerajaan Qatar Yang Mulia Sheikh Abdulaziz di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). (Biro Setpres)

JAKARTA—Proyek ambisius untuk membangun 1 juta unit hunian di Indonesia semakin nyata setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, dengan investor dari Kerajaan Qatar, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani. Acara bersejarah ini disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, (8/1/2025).

Penandatanganan MoU ini menandakan langkah awal dalam kerjasama antara Indonesia dan Qatar yang akan mengubah wajah perumahan di Indonesia, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah di wilayah perkotaan. Maruarar Sirait menjelaskan, proyek ini akan memanfaatkan lahan negara yang dimiliki berbagai institusi, termasuk Sekretariat Negara, BUMN, dan Kementerian Keuangan. Beberapa lokasi yang telah ditentukan untuk pembangunan hunian vertikal ini antara lain di Kemayoran, Kalibata, dan Senayan.

“Kepercayaan publik kepada Presiden yang tinggi memberikan kesempatan bagi kita untuk melangkah lebih jauh. Dalam dua bulan lebih sedikit, kami sudah berhasil membangun sekitar 40 ribu unit perumahan, dan ini baru permulaan. Kami akan terus bekerja cepat untuk memenuhi target 3 juta unit perumahan yang ditugaskan,” ujar Maruarar penuh semangat.

Proyek hunian ini bukan hanya sekadar kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Qatar, tetapi juga melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga yang bekerja lintas sektoral untuk memastikan kelancaran prosesnya. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.

“Penandatanganan MoU ini adalah langkah penting. Kami berharap proyek ini bisa segera dimulai dan selesai tepat waktu untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Hashim.

Investor utama proyek ini, Sheikh Abdulaziz bin Abdulrahman Al Thani, menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberhasilan proyek pembangunan 1 juta unit hunian ini. Ia menegaskan komitmennya untuk menyediakan hunian yang terjangkau bagi rakyat Indonesia, khususnya masyarakat menengah ke bawah.

“Saya dan kelompok saya berkomitmen untuk berinvestasi dalam proyek perumahan sosial ini. Kami akan menjalankan proyek ini secara profesional dan penuh tanggung jawab dengan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk Presiden dan para menteri,” kata Sheikh Abdulaziz.

Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah, menjelaskan bahwa proyek ini akan difokuskan pada pembangunan hunian vertikal yang ditujukan untuk mengatasi masalah perkotaan, seperti kawasan kumuh dan padat penduduk. Meskipun belum mengungkapkan angka pasti nilai investasi, Fahri menegaskan bahwa hunian yang akan dibangun akan tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.

“Pembangunan rumah susun di kawasan perkotaan akan menjadi prioritas, karena banyak daerah yang membutuhkan renovasi dan pembenahan, terutama yang berada di pinggir sungai, kali, dan laut. Kami akan bertahap membersihkan kawasan-kawasan kumuh dan menjadikannya lebih layak huni,” terang Fahri.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata terhadap tantangan perumahan di Indonesia, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memajukan sektor perumahan yang berkelanjutan di kota-kota besar di Tanah Air. (gi/ab/Voa/Ag4ys)

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com