Beranda » Kriminal » Rekonstruksi Pembunuhan Petani di Pangkep,  Tak Ada Penyesalan Di Wajah Pelaku
Rekonstruksi Pembunuhan Petani di Pangkep,  Tak Ada Penyesalan Di Wajah Pelaku
Kriminal Pangkep

Rekonstruksi Pembunuhan Petani di Pangkep,  Tak Ada Penyesalan Di Wajah Pelaku

PANGKEP – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)  Polres Pangkep melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dengan korban Jamaluddin (62),  petani asal Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Pangkep, Senin (07/01/2019).

Dalam rekonstruksi itu pelaku yang bernama Junaedi alias Gaffar (40), melakukan beberapa adegan terkait dengan pembunuhan itu.

Namun,  Junaedi terlihat tidak mempunyai rasa penyesalan setelah membunuh sahabat dekatnya sendiri.

“Dari hasil penyidikan kasus pembunuhan atas nama tersangka Junaedi di Kecamatan Balocci sudah kuat dugaan setelah tersangka melakukan tindak pidana pembunuhan dengan dikenakan pasal 338 subsider pasal 351 KUHP ayat (3), “kata Kasat Reskrim Polres Pangkep,  AKP Niko, usai melakukan rekonstruksi.

Rekonstruksi pembunuhan di kampung Jennae, Kecamatan Balocci yang dilakukan tersangka Junaedi memperagakan semua awal kejadian sebelum pembunuhan terhadap korban tersebut.

Polres Pangkep melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dengan korban Jamaluddin (62),  petani asal Kampung Jennae, Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci, Pangkep.

“Kita sudah rekonstruksi  yang disaksikan oleh jaksa, dari penyesehat hukumnya sendiri.  jadi kita tinggal persiapan tahap 1. Rekonstruksi yang dilakukan tersangka Junaedi memperagakan sebanyak 20 adegan yang digelar di halaman Mapolres Pangkep,”Pungkasnya.

Adapun modus tersebut,  bahwa tersangka dan korban terdapat permasalahan lainnya, cuma pada saat kejadian tidak ada perencanaan sebelumnya,  Jadi memang tersangka itu posisi dia ada duluan di TKP (Persawahan)  baru korban datang, dan tidak ada perencanaan.

” Hanya mungkin ada singgung-singgungan, ketika ia berpapasan dan disitulah terjadi. Itulah tersangka kebetulan lagi dilokasi sawah dan bawa parang.

Sehingga korban ini lewat, tidak ditahu lagi itu seperti,  dan Kronologis pastinya itu di penyidik yang tahu,”katanya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa korban dengan tersangka pernah tersangkut masalah sengketa lahan tanah namun berhasil diselesaikan sekitar beberapa bulan lalu oleh Pemerintah setempat dan sudah terjadi kesepakatan bersama. [SHR]