Beranda Β» Sulsel Β» Sekjen KLHK kagum dengan Stand Dishut Sulsel
Sekjen KLHK kagum dengan Stand Dishut Sulsel
Sulsel

Sekjen KLHK kagum dengan Stand Dishut Sulsel

MAKASSAR – Ada hal menarik dan menjadi pusat perhatian pada pelaksanaan Indogreen Environment & Forestry Expo 2019 dan Celebes Agriculture Expo 2019,yang dipusatkan di Celebes Convention Center (CCC).(4-4-19).

Ajang pameran tingkat nasional yang di prakarsai kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK),lain dari biasanya karena adanya Keunikan yang terlihat pada stand Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, dimana hanya berbahan bambu dan diikat tali dengan konsep rumah, membuat pengunjung yang lewat selalu mengabadikan bahkan rela naik di lantai atas hanya untuk berfose.

Pameran ini dibuka oleh wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di dampingi Sekjen Kementrian LHK Bambang Hendroyono.

Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya, mengatakan Presiden Jokowi,adalah orang Kehutanan, Gubernur juga orang Kehutanan,maka tidak ada alasan lagi untuk tidak berupaya mengembalikan fungsi hutan sebagaimana yang diinginkan.

“Kita tau bersama presiden dan gubernur adalah orang kehutanan, sehingga tidak ada alasan untuk terus berupaya mengembalikan fungsi hutan sebagaimana yang diinginkan untuk kepentingan bersama.Ungkap Sudirman.

“Fungsi ekologi dan ekonominya harus didorong dengan pengelolaan yang baik,Tegasnya.

Setelah membuka acara,Wakil Gubernur sulsel dan Sekjen KLHK berkunjung ke stand Dinas Kehutanan provinsi sulsel.

Sekjen KLHK yang berada dibagian atas stand Dinas Kehutanan provinsi sulsel,yang menikmati kopi,merasa kagum dengan stand dan kopi yang diminumnya.

“Bagus-bagus,stand Dinas kehutanan provinsi sulsel bagus sekali,apa lagi ditambah kopi yang diminum,Ucap Bambang Hendroyono.

Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Ir.H.Muhammad Tamzil, MP, IPU,mengatakan kopi yang dinikmati Sekjen KLHK adalah campuran kopi robusta dan arabika dari Toraja Utara yang sekaligus bahan pameran dari KPH Saddang II.

Lebih lanjut Tamzil,menceritakan bahwa konsep bambu ini sengaja dipilih sebagai sarana untuk mempromosikan bambu yang sangat banyak sekali mamfaatnya bahkan termasuk penyumbang oksigen yang terbaik.

“Kami sengaja memilih konsep bambu,untuk lebih mempromosikan bambu yang sangat banyak mamfaatnya,bahkan Kami pernah membuat dan tercatat di Museum Rekor indonesia (MURI) menara bambu seperti pohon natal setinggi 45 meter di Toraja Utara Tahun 2017 lalu,Pungkasnya.

“Jika dibandingkan dengan stand yang lain, kami jauh lebih murah biaya pembuatannya, tapi hasilnya cukup maksimal karena langsung memamerkan produk bambu.Lanjutnya.

“Sudah saatnya kembali menggalakkan penanaman bambu utamanya di bantaran sungai, apalagi diyakini bahwa perakaran bambu yang kuat dan dalam mampu menahan tanah sehingga bencana tanah longsor dapat dikurangi,Tegasnya.

Tamzil menambahkan, Kondisi sungai-sungai disulsel sebagian besar sangat memprihatinkan karena setiap tahunnya tergerus air di saat musim hujan,termasuk daerah aliran sungai,dari hulu sampai ke hilir perlu mendapatkan perhatian yang lebih serius,apa lagi sudah ada contoh yang terjadi dan masih menyimpang duka mendalam meluapnya sungai Jeneberang di Kabupaten Gowa SulSel, ini bukti rusaknya DAS Jeneberang.

“Kedepan yang harus dilakukan adalah segera menanami kembali bantaran sungai dan bambu menjadi pilihan utama, sejalan dengan pencanangan 10 juta rumpun bambu di Tahun 2017 oleh Wapres Jusuf Kalla dan Mantan Gubernur SulSel Syahrul Yasin Limpo.Imbuhnya

“Gambaran negara maju seperti Cina, produk unggulan bambu sudah di kelola secara profesional dan berkesinambungan, mulai rebunnya sudah bernilai ekonomis,bahkan Negeri bambu ini sudah mampu mencatatkan bambu sebagai penghasil devisa terbesar,Tutupnya.

Pada acara itu Beberapa produk-produk hasil hutan turut ditampilkan, dari 16 KPH dan 8 CDK, terdiri dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) produk hasil hutan lainnya seperti madu, kemiri, gula aren, palm sugar, kopi, getah pinus, gondorukem, sutera, kreasi rotan dan bambu,dan lain-lain. [UDN]