Beberapa diantaranya telah disebutkan pada QS Al Baqarah Ayat 30, QS Al Baqarah Ayat 205, QS. Al Anbiya ayat 107, QS Al A’raf ayat 56, dan QS Al A’raf ayat 96. Selain wahyu melalui Qur’an, kesempurnaan ajaran islam dalam menjaga ekosistem lingkungan juga telah diajarkan secara langsung oleh Nabiullah Muhammad Saw dalam beberapa hadits berikut.
“Janganlah seorang dari kalian kencing di air tenang yang tidak mengalir kemudian mandi di dalamnya.” (HR Bukhari dan Muslim)
“Jauhilah dua perbuatan yang mendatangkan laknat!” Sahabat-sahabat bertanya, “Apakah dua perbuatan yang mendatangkan laknat itu?” Nabi menjawab, “Orang yang buang air besar di jalan umum atau di tempat berteduh manusia.” (HR Muslim)
“Tidak seorang pun Muslim yang menanam tumbuhan atau bercocok tanam, kemudian buahnya dimakan oleh burung atau manusia atau binatang ternak, kecuali yang dimakan itu akan bernilai sedekah untuknya.” (HR Bukhari)
“Ada dua hal yang aku hafal dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau berkata, ‘Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan kepada segala sesuatu. Bila kalian membunuh (seperti binatang berbahaya), bunuhlah dengan cara yang baik. Bila kalian menyembelih binatang, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya seorang dari kalian mengasah pisaunya dan memberi kemudahan kepada sembelihannya. (HR Muslim)
Begitu luar biasa ketika kabar wahyu ini terinternalisasi dalam pemikiran individu, masyarakat, bahkan sampai diadopsi level pemangku kebijakan itu sendiri.
Jika sistem Islam yang terterapkan dalam mengatur sistem kehidupan hari ini, maka secara yakin dan pasti akan kompatibel dipadupadankan dengan langkah-langkah teknis yang taktis dalam penjagaan lingkungan secara berkelanjutan.
Sungguh hanya sistem Islamlah satu-satunya yang bisa menjadi penawar dari penyakit sistemik lingkungan yang disebabkan oleh sistem kehidupan kapitalisme yang sarat dengan pengarusan nafsu. Sebab hanya wahyu yang mampu menjadi pembatas yang benar dalam mengendalikan nafsu.
Hal inilah yang kemudian menjadi stimulus bagi kita semua dalam bergerak mempromosikan pemikiran Islam yang sempurna sebagai sebuah tatanan kehidupan ala wahyu untuk menyelamatkan krisis lingkungan yang kronis. (*)
Penulis: Despry Nur Annisa Ahmad, ST, M.Sc (Dosen dan Peneliti)
***
Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.













