Solidaritas Pemuda Bululoe Tolak Pengambilalihan Pasar Tradisional oleh Disperindag

0
357

JENEPONTO, Solidaritas Pemuda Bululoe, menggelar aksi demonstrasi, menolak pengambilalihan pasar tradisional, yang merupakan asset Desa Bululoe, Kecamatan Turatea, kabupaten Jeneponto, oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Jeneponto bersama kepala pasar, Karisa, di depan kantor Disperindag Jeneponto, Senin (23/3).

Selain itu, Aksi yang digelar berkolaborasi Pergerakan Aktifis Mahasiswa (PAM Sulsel) mengecam keras adanya Pungli melalui jual beli kios dan lapak yang dilakukan pihak Disperindag kabupaten Jeneponto, karena dianggap tidak sesuai database sebelumnya.

Wahid mewakili Pemuda Desa Bululoe menyatakan akan terus mengawal kasus pasar rakyat tradisional Desa Bululoe bersama aktivis lainnya, dan mengancam akan kembali mengadakan aksi demonstrasi dengan massa yang lebih banyak jika tuntutan tidak segera diindahkan.

Sementara itu menurut salah satu peserta aksi, Jatong Jalarang, kasus pasar desa Bululoe sudah lama bergulir dan banyak timpang tindih, namun hingga sampai saat ini kepala dinas Perindag belum menanggapi bahkan tidak menggubris dan dinilai abai terhadap pasar rakyat tradisional tersebut.

“Beberapa minggu lalu, saya turun ke lokasi melakukan investigasi bersama teman-teman, kami mendapatkan informasi masyarakat, bahwa Kepala Dinas Perindag Jeneponto melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan mekanisme, karena melakukan tukar menukar atau barter 1 unit bangunan kios dengan 1 ekor burung Lanto, kepada salah satu orang yang tidak jauh dari lokasi pasar tersebut,” tukas jatong Jalarambang. (*/464Ys)