Streaming Penembakan di AS, Salahnya Dimana?

Insiden penembakan massal
Sri Rahmayani, S.Kom, Aktivis Pemerhati Rakyat dan Anggota AMK 4.

OPINI—Kemajuan teknologi adalah hal menjadi sorotan terkini, berbagai konten yang membuat viral jadi konsumsi masyarakat umum. Tidak ada filter konten yang negatif yang menghalangi netizen untuk mengaksesnya.

Terkhusus baru-baru ini streaming insiden penembakan massal terjadi di Buffalo, New York, Amerika Serikat (AS). Mirisnya aksi penembakan ini disiarkan langsung via media sosial. Aksi penembakan dengan motif rasisme itu menewaskan 10 orang dari 13 korban.

Dalam video terlihat pelaku mengemudikan mobil dan parkir di Buffalo Tops Supermarket. Pria 18 tahun itu turun dari mobil dan menembak siapa saja yang terlihat.

Pria itu kemudian masuk supermarket dan menembaki para pembeli dan karyawan toko. Pelaku mengenakan perlengkapan gaya militer dan beraksi sendiri. Pelaku penembakan itu berhasil ditahan pihak kepolisian. Pelaku melakukan streaming langsung aksinya di platform streaming Twitch (video.sindonews.com Senin 16/05/2022).

Layaknya game online seseorang menyiarkan secara live aksi penembakan massal adalah wujud tidak ada rasa bersalah sedikitpun. Jika dikaitkan dengan game online yang marak beredar di gadget mampu diakses oleh anak-anak hingga daring dewasa.

seorang remaja bersenjata yang mengenakan perlengkapan militer dan melakukan streaming langsung dengan kamera di helmnya, dilaporkan melepaskan tembakan dengan senapan di sebuah supermarket di Buffalo, New York.

Berita Lainnya

Peristiwa penembakan di Buffalo itu digambarkan pihak berwenang sebagai “kekerasan ekstremisme bermotif rasial,” yang menewaskan 10 orang dan melukai tiga lainnya Sabtu 14 Mei, kemudian penembak itu menyerah.

Lihat Juga:  Sah! Babak Baru RUU Omnibus Law Ciptaker, Pekerja Sejahtera?

Berita terkait