Pejabat polisi mengatakan pria bersenjata itu, Payton Gendron, remaja kulit putih berusia 18 tahun, mengenakan pelindung tubuh dan pakaian gaya militer ketika melepaskan tembakan di Tops Friendly Market sambil direkam melalui kamera yang dipasang di helm si penembak.
Gubernur New York, Kathy Hochul mengatakan, “Ini adalah komunitas saya. Saya mengenal komunitas ini dengan baik. Saya berjalan di jalan-jalan ini. Saya mengenal orang-perorang yang tinggal di sini, lingkungan yang indah dan akrab”
“Melihat rasa aman itu dihancurkan oleh seseorang, seorang supremasi kulit putih yang terlibat dalam aksi terorisme dengan cara yang berhati dingin, kejam, penuh perhitungan, eksekusi ala militer menarget orang-orang yang hanya ingin membeli bahan makanan di toko lingkungan, pasti akan kami tuntut!”
Gubernur Kathy Hochul berjanji melakukan tindakan agresif terhadap supremasi kulit putih dan mendesak media sosial untuk waspada dalam memantau isi di media.
Polisi mengatakan korban meninggal dalam penembakan supermarket Buffalo 11 di antaranya berkulit hitam dan dua lainnya berkulit putih.
Pasar swalayan itu berada di lingkungan dengan mayoritas penghuni berkulit hitam, beberapa kilometer di utara pusat Kota Buffalo (liputan6.com Senin 16/05/22).
Selain itu didikan salah dalam bersosmed yang bisa dikaitkan akan masalah tersebut yang terus berulang adalah rasisme. Dimana kulit hitam sellau dibully dan dijadikan korban oleh kulit putih.













