PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • SPPG 3T Diaktifkan di Takalar, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Layanan Gizi ke Daerah Terpencil • Makassar Jadi Pilot Project Reformasi JKN, Rujukan Pasien Tak Lagi Harus Berjenjang • Sebelum Berseragam Korps Bhayangkara, Suyudi Ario Seto Ternyata Pernah Jadi Cover Boy • SLF Jadi Syarat Penting Akad Kredit Rumah Subsidi di Bone • Gubernur Sulsel Dukung Penguatan Komisi Yudisial dan Sistem Peradilan • Tanah, Uang, dan Kekuasaan: Mengurai Korupsi Pertanahan dengan Perspektif Islam •
Makassar

Tegur “Pak Ogah”, Driver Maxim di Makassar Dibalas Busur Panah, Pelaku Kabur Usai Tikam dari Jarak Dekat

278
×

Tegur “Pak Ogah”, Driver Maxim di Makassar Dibalas Busur Panah, Pelaku Kabur Usai Tikam dari Jarak Dekat

Sebarkan artikel ini
Tegur “Pak Ogah”, Driver Maxim di Makassar Dibalas Busur Panah, Pelaku Kabur Usai Tikam dari Jarak Dekat
Aksi brutal kembali mengguncang Kota Makassar. Seorang driver Maxim bernama Sandi menjadi korban serangan busur panah usai terlibat cekcok dengan seorang “Pak Ogah” di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Sabtu siang (16/5/2026).

MAKASSAR—Aksi brutal kembali mengguncang Kota Makassar. Seorang driver Maxim bernama Sandi menjadi korban serangan busur panah usai terlibat cekcok dengan seorang “Pak Ogah” di Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Sabtu siang (16/5/2026).

Insiden itu bermula saat korban menegur pria yang kerap mengatur lalu lintas di lokasi tersebut. Korban menilai pria itu diduga hanya memberi akses jalan kepada pengendara yang memberikan uang.

Teguran tersebut memicu adu mulut hingga berujung perkelahian di tengah jalan. Namun situasi berubah mencekam ketika terduga pelaku disebut meninggalkan lokasi sesaat sebelum kembali membawa busur panah.

Kapolsek Manggala, Kompol Semuel To’longan, menjelaskan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku utama dan saat ini masih melakukan pengejaran.

“Pelaku tidak terima ditegur. Saat berkelahi pelaku kalah, lalu mengambil busur dan menembak korban,” ujar Semuel.

Anak panah mengenai bagian pinggang kanan korban hingga membuatnya terluka parah. Meski dalam kondisi kesakitan, korban sempat mengejar pelaku menggunakan sepeda motor. Namun pelaku berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian.

Warga yang melihat kejadian itu kemudian membantu mengevakuasi korban ke RS Hermina Makassar. Karena luka cukup serius akibat anak panah yang menancap di tubuh korban, Sandi kemudian dirujuk ke RSUD Daya untuk menjalani operasi.

Polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan. Dalam pengembangan kasus, aparat telah mengamankan enam orang yang diduga merupakan saksi sekaligus rekan pelaku. Beberapa di antaranya diketahui masih berusia di bawah umur.

Hingga kini, polisi masih memburu pelaku utama yang diduga menjadi eksekutor penembakan busur panah tersebut. (4r5/Ag4ys)


Citizen Reporter: Muh Aris

Artikel ini ditulis oleh Citizen Reporter. Isi dan gaya penulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi hanya melakukan penyuntingan seperlunya tanpa mengubah substansi.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com